by

Tak Puas, Jaksa Banding Putusan Terdakwa Sabu

Ambon, BKA- Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan upaya hukum banding atas putusan majelis hakim terdakwa Arian Elisabeth Latuperisa terkait kasus dugaan penyalahgunaan Narkotika jenis sabu-sabu. Langkah banding yang ditempuh JPU karena merasa tak puas atas putusan yang dijatuhi majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon yang memvonis terdakwa dengan pidana penjara selama 1,4 Tahun penjara.
“Iya JPU putuskan untuk banding, ” ujar JPU, Augustina Ubleeuw saat dikonfirmasi, Senin (23/11).

Menurut JPU, putusan majelis hakim jauh lebih ringan daripada tuntutan JPU, yang meminta agar terdakwa di hukum 6 Tahun penjara.

Augustina mengatakan, alasan vonis ringan tersebut menjadi pertimbangan bagi jaksa untuk mengajukan banding. “Putusan hakim kurang dari setengah tuntutan kami,” ujarnya.

Menurutnya vonis itu belum memenuhi rasa keadilan dan juga tidak sesuai dengan fakta persidangan. “Putusan hakim tidak sesuai dengan fakta persidangan dan tuntutan kami,” katanya.
Dalam tuntutannya, Augustina menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana narkotika pasal 112 ayat 1 UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Sementara, Majelis hakim menghukum Arian Elisabeth Latuperissa dalam kasus penyalahgunaan narkoba. Hakim memutuskan hukuman yang harus dijalaninya selama 1,4 tahun penjara.

Majelis hakim menghukumnya atas kepemilikan satu paket sabu. Majelis hakim menyatakan, terdak­wa terbukti bersalah melakukan tindak pidana narkotika atau melanggar pasal 127 ayat 1 Undang-Undang nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.
”Menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana narkotika,” kata Pimpinan Majelis hakim Lucky Rombot Kalalo di Pengadilan Negeri Ambon, Senin (16/11).

Terdakwa tertangkap pada tanggal 12 Mei 2020 di samping kantor Pertamina Gudang Arang.
Penangkapan tersebut bermula dari informasi adanya peredaran narkotika di daerah tersebut.

Terdakwa mengonsumsi narkoba jenis sabu. Terdakwa membeli barang terlarang itu di temannya melalui telepon. Terdakwa lalu menuju sebuah pondok untuk melakukan transaksi.

Dia ditawarkan sabu sebanyak satu gram dengan harga Rp. 3 juta. Namun, saat itu terdakwa hanya memiliki uang senilai Rp 500 ribu.
Terdakwa lalu hanya mendapatkan sabu yang dibungkus dalam plastik klem warna bening. Dia langsung menggunakan bersama-sama temannya di rumah.(SAD)

Comment