by

Talud Rp1,5 M Ambruk Dihantam Ombak

Ambon, BKA- Proyek pembangunan talud bernilai Rp1,5 miliar lebih yang dibangun di bibir pantai Wisata Gumumae, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), ambruk dihantam ombak, Selasa (19/1).
Pantauan koran ini di lokasi, talud yang dibangun sepanjang 50 meter itu, rusak berat akibat disapu ombak. Serpihan dari ambruknya talud tersebut, terlihat berserakan di kawasan bibir Pantai Wisata Gumumae itu.

Salah satu sumber di Dinas Pariwisatsa SBT, yang menolak namanya dikorankan mengaku, pembangunan talud bernilai Rp1.505.000.000 itu sudah dua kali mengalami kerusakan. Diduga, pembangunan talud itu asal-asalan dan hanya mementingkan keuntungan semata.

“Sudah dua kali pembangunan talud itu roboh. Pertama rusak dihantam ombak pada November 2020. Sekarang masuk Januari 2021, mulai roboh kembali. Ini artinya, konsultan tidak serius dalam pekerjaannya” tandasnya.

Dirinya bahkan merasa kecewa dengan proyek talud yang dikerjakan CV. Julion Jaya Pratama itu. Sebab, uang sebanyak 1 miliar lebih itu bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020.
“Kita merasa dirugikan dengan pekerjaan seperti itu. Alasannya, karena dua kali berturut-turut pembangunan telud itu ambruk. Padahal, baru dikerjakan pada Oktober 2020,” kesalnya.

Dia juga meminta, CV. Julion Jaya Pratama harus bertanggungjawab atas kerusakan pembangunan talud di Pantai Witasa Gumumae itu. “Harus bertanggungjawab. Sebab itu dilakukan dengan APBD tahun 2020,” harapnya.

Sementara itu, pihak CV Julion Jaya Pratama, belum dapat dikonfirmasi terkait ambruknya talud penahan ombak di pantai Witasa Gumumae itu, hingga koran ini naik cetak. (SOF)

Comment