by

Talud Sungai Wae Ela Ambrol

Talud sungai Wae Ela, Desa Negeri Lima, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, ambrol akibat terguras air sungai yang membesar saat hujan deras pekan kemarin. Talud sungai yang dikerjakan CV. Tunggal Jaya berbentuk balok itu, ambrol untuk kedua kalinya, Minggu (4/7).

Fatur Sely (31), salah satu warga Desa Negeri Lima mengaku, ambrolnya talud tersebut mungkin saja tidak terjadi, jika ada pengawasan ketat dari pemerintah desa maupun Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku terhadap CV Tunggal Jaya selaku konraktor, maupun para pekerja saat proyek tersebut dikerjakan.

“Sudah pasti karena tergerus air lah. Bagaimana tidak, baloknya kan hanya ditaruh di atas kerikil. Kalau ditanam di tanah, kan tidak mungkin roboh (ambrol),” sebut Fatur, saat menghubungi Koran ini.

Dia menyarankan, agar pemerintah desa beserta perangkat mendatangi BWS Maluku untuk menyampaikan hal tersebut. Agar bisa memerintahkan CV. Tunggal Jaya, selaku kontraktor proyek untuk meninjau kembali kerusakan talud penahan sungai, sekalipunt telah melewati 160 hari masa pemeliharaan. “Saran saya, pemerintah disini sebaiknya mengambil langkah agar ada perbaikan, kalau perlu dikerjakan ulang. Kalau tidak, ini beton tiap musim hujan, pasti roboh terus,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, perbaikan yang dimaksud adalah penyusunan balok. Yakni balok tersebut harusnya diletakan ke dalam tanah, agar dapat menahan hantaman air sungai. Namun jika hanya di letakan diatas permukaan tanah, maka akan tersapu air. “Nih buktinya, puluhan talud kembali ambrol. Sebelumnya kan pernah disusun ulang saat ambrol kali pertama,” pungkasnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku, Jekson Tehupuring, belum dapat dikonfirmasi hingga berita ini naik cetak. (MG-2)

Comment