by

Taman I AMBON Disetujui DPRD

Ambon, BKA- Proyek pembangunan taman I AMBON oleh Pemerintah Kota Ambon dibawah Jembatan Merah Putih (JMP), sebelumnya telah disetujui DPRD Kota Ambon dalam penetapan APBD Perubahan 2020. Pembangunan taman tersebut menelan anggaran sebesar Rp 200 juta lebih.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon, Johny Wattimena, saat ditemui koran ini, di gedung DPRD Belakang Soya, Selasa (5/1).
Politisi Gerindra ini mengaku, taman I AMBON yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ambon, masih akan berlanjut dan membutuhkan anggaran tambahan tahap II sekitar Rp 100 juta lebih. Sehingga diperkirakan, total pembangunan taman I AMBON akan menelan anggaran sebesar Rp 300 juta lebih.

“Memang untuk pembahasan taman I AMBON ini sudah dibahas sebelumnya di APBD perubahan 2020. Dan itu disetujui untuk dikerjakan. Daripada dibiarkan begitu saja, tidak terurus dan bisa menyebabkan angka kriminalitas bertambah, mending dibuat taman. Ini kan juga untuk keindahan kota ini,” ungkap Wattimena.
Dikatakan, proyek tersebut masih tersisa pembuatan pagar dan lukisan pada dinding taman tersebut. Sehingga diperkirakan akan selesai dalam waktu dekat.

“Kan tersisa pagar dan lukisan pada dinding di bawah JMP itu. Jadi diperkirakan mungkin triwulan pertama tahun ini sudah selesai. Sehingga bisa difungsikan juga oleh masyarakat. Dan kalau memang bermasalah, pasti kita akan kawal dengan meminta penjelasan dari pemerintah kota lewat dinas terkait,” pungkas pria yang akrab disapa Oni ini.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Rustam Latupono. Saat dikonfirmasi, Latupono mengaku pembangunan taman I AMBON telah dibahas sebelumnya dengan Pemerintah Kota pada pembahasan APBDP 2020. Dan DPRD selaku representasi masyarakat telah menyetujui pembangunan tersebut.

“Kan tidak ada masalah. Justru karena dibangun taman, makanya kawasan bawah JMP itu lebih menarik dari sebelumnya. Kita sudah bahas dan disetujui dalam APBD Perubahaan. Intinya, kalau ada masalah dikemudian hari, tentu kita sebagai perwakilan rakyat akan mengevaluasi dan meminta pertanggung jawaban pemerintah. Tapi sejauh ini tidak ada, artinya masyarakat juga tidak keberatan dengan taman itu. Bahkan banyak yang suka, karena kawasan itu bisa dijadikan taman yang enak di pandang,” tutup Latupono.

Anggota DPRD tiga periode ini juga berharap, kedepan taman I AMBON dapat difungsikan dengan baik oleh masyarakat.
“Kita harap dapat difungsikan dengan baik oleh masyarakat. Kalau kedepan ada masalah, maka kita siap mempertanyakan itu sesuai tupoksi kita,” tutup dia. (UPE)

Comment