by

Taman I AMBON Jadi Sorotan

Ambon, BKA- Meski belum selesai dikerjakan, taman I AMBON yang sementara dibangun Pemerintah Kota Ambon di bawah Jembatan Merah Putih (JMP), menjadi sorotan warga. Sebagian warga kagum dan sebagian tidak, karena menilai pembangunan taman tersebut pemborosan di tengah pandemi Covid-19.

Sebab, seluruh anggaran pembangunan yang dinilai tidak terlalu penting bagi masyarakat, telah dialihkan atau direfocusing sebelumnya untuk penanganan Covid-19 di Kota Ambon.

Dari data yang diterima koran ini, pembangunan Taman I AMBON ini mulai dikerjakan sejak akhir tahun 2020. Namun belum diketahui berapa besar anggaran dari APBD Kota Ambon yang telah dikeluarkan untuk pembangunan taman tersebut.

“Pekerjaan taman I AMBON ini belum selesai 100 persen. Masih ada beberapa pekerjaan lagi, seperti lukisan dan karpet yang nantinya dilengkapi,” ungkap sumber koran ini, saat dikonfirmasi, Minggu (3/1).
Diakuinya, pekerjaan taman tersebut sebelumnya telah dipantau langsung oleh Walikota Ambon, Richard Louhenapessy. Dan dipastikan akan difungsikan di tahun ini, meski masih dalam suasana pandemi Covid-19.
“Pernah walikota turun langsung ke sana (taman I AMBON) pantau pekerjaan itu. Kalau tidak salah difungsikan bulan ini,” tambah sumber.

Sementara itu, beberapa warga yang melintas kawasan taman I AMBON mengaku kagum dengan pembangunan taman tersebut. Yakni dinilai tepat jika kawasan bawah JMP dijadikan sebagai taman.

“Bagus. Daripada kaya kemarin, itu kosong. Banyak truck. Mending dibuat taman biar lebih indah. Pasti orang yang lewat juga senang. Semoga dibuka untuk umum,” harap Naura, salah satu ibu rumah tangga, kepada koran ini.

Sementara itu, Martin, salah satu warga kecamatan Nusaniwe mengaku, pembangunan taman tersebut tidak tepat di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, harusnya Pemerintah Kota Ambon mengevaluasi sejumlah pekerjaan yang belum terealisasi.

Salah satunya persoalan dana gempa, penyaluran bantuan Covid-19 di masyarakat, maupun persoalan hutang pihak ketiga atau lainnya yang belum terselesaikan di tahun 2020.

“Bagus kalau dilihat. Tapi ini kan kondisi covid-19. Masyarakat dilarang berkumpul, tapi pemerintah justru bangun taman. Takutnya kalau taman selesai, justru jadi tempat berkumpul di taman itu. Harusnya tuntaskan dulu persoalan gempa, atau yang lainnya, baru bangun taman. Kalau kaya gini, terkesan kejar proyek,” sindir Martin.

Lain tempat, Anggota DPRD Kota Ambon, Johni Wattimena, saat dikonfirmasi mengaku, belum mengetahui rencana pembangunan taman tersebut. Menurutnya, pembangunan taman ini tentu akan dibahas Komisi III selaku mitra dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kota Ambon.

“Saya baru tahu kalo ada bangun taman di bawah JMP. Bagus penataannya, karena lagi viral di facebook. Tapi kalau soal anggaran Komisi belum tahu. Kita perlu tanyakan ke dinas terkait dulu. Nanti kita internal baru undang dinas PUPR. Soal lainnya itu nanti kita bahas dulu,” singkat Mainake. (UPE)

Comment