by

Tamu Sekot Berkurang

Ambon, BKA- Sekretaris Kota (Sekot) Ambon, Anthony Gustav Latuheru, mengaku, tamu Walikota Ambon, Wakil Walikota maupun tamunya, dalam beberapa hari belakangan ini berkurang.’
Hal itu terjadi sejak Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memberlakukan kebijakan, setiap tamu walikota, wakil walikota dan sekot, terlebih dahulu harus melakukan rapid test.

“Yang jelas, tamu saya berkurang. Karena ada yang sudah semangat “45”, tetapi sampai depan ruangan diminta harus rapid dulu. Ada yang bilang begini, “sabar, nanti saya balik”. Padahal tidak balik,” ungkap Latuheru, kepada wartawan di pelataran Gedung Balai Kota Ambon, Kamis (22/10).

Menurut Latuheru, aturan itu tidak seharusnya membuat para tamu yang ingin menemui walikota, wakil walikota, dan dirinya, menjadi berkurang.

“Jadi kalau tamu yang mau datang, silahkan. Tapi harus rapid. Cuma kalau mereka tidak mau rapid, kita juga tidak bisa paksakan. Yang jelas, kalau nggak mau rapid, tidak bisa masuk,” tegas Latuheru.

Terkait kebijakan itu, ketika disinggung soal salah satu pejabat lingkup Pemkot Ambon yang ingin menemui walikota, tapi hasil rapid test-nya reaktif, sehingga tidak jadi bertemu, beberapa hari lalu, Sekot mengaku, belum mendapatkan datanya.

“Saya belum dapat datanya ya. Belum dapat data. Yang pasti, kalau ada, tetap ketahuan. Karena rapid ditempat terbuka seperti itu,” sebut Latuheru.

Lebih lanjut, terang Latuheru, bila ada tamu yang hasil rapid test-nya dinyatakan reaktif, maka akan dilanjutkan dengan pengambilan Swab.

Bila dalam kurung waktu setelah rapid test orang tersebut belum melakukan Swab, maka dia diwajibkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah atau terpusat.

“Jika ada yang reaktif, bukan saja tidak bisa ketemu kita, tetapi mereka diminta untuk mengisolasi diri sendiri di rumah. Nanti kalau sudah lakukan Swab, dan hasilnya negatif, maka bisa beraktivitas seperti biasa,” tukasnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut dinilai bagus. Karena bisa menjaga kesehatan, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

“Ini baik untuk menjaga keluarga, agar tidak terpapar Covid-19. Intinya bukan cuma keluarga di rumah, tetapi keluarga di kantor maupun luar kantor,” ujar Latuheru.

Untuk diketahui, penerapan aturan tersebut dilakukan untuk menanggapi kritikan masyarakat kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon. Pasalnya, sejumlah masyarakat menilai Pemkot sangat tertib atau keras kepada masyarakat, tetapi pengurusan di Balai Kota sendiri tidak terlalu ketat terkait penerapan protokol kesehatan.
(BKA-1)

Comment