by

Tarif Parkir “Liar” di Hotel Amans Resahkan Pengunjung

Dishub : Amans Wajib Bayar Retribusi Parkir

Ambon, BKA- Dugaan pungutan tarif parkir liar di salah satu area hotel Amans, Jalan Mutiara, Kecamatan Sirimau, Ambon, dinilai resahkan pengunjung hotel. Pasalnya, tariff parkir yang diberlakukan sebesar Rp 5.000 untuk sekali parkir menggunakan sepeda motor.

Anehnya, beberapa oknum yang mengaku sebagai juru parkir yang ditugaskan pihak hotel, tidak dilengkapi dengan atribut jukir. Sehingga meresahkan para pengunjung yang datang menggunakan sepeda motor.
Imran (32), salah satu tamu hotel Amans mengaku, kesal dengan sikap manajamen hotel yang sengaja membiarkan area hotel dijadikan sebagai parkiran berbayar bagi pengunjung. Bahkan tarif parkir yang diberlakukan, jauh melebihi tarif parkir yang ditetapkan Pemerintah Kota untuk seluruh parkiran roda dua di kota Ambon.

“Ini merupakan praktek illegal yang harus disikapi bersama oleh pemerintah dan manager hotel. Kok kita tamu hotel yang parkir motor di area hotel, harus bayar 5.000. Ini kan pemerasan. Baru yang juru parkir juga dengan pakaian preman tanpa atribut. Bayangkan kalau ada 100 motor disini (hotel Amans), sekalipun tamu jgua wajib bayar, itu sudah berapa. Di luar saja parkir hanya 2.000,” kesal Imran, saat menghubungi koran ini, Selasa (25/5).
Dia menyebutkan, beberapa pria yang mengaku sebagai juru parkir itu, juga mengaku mendapat izin dari pihak hotel untuk menagih biaya parkir kepada siapapun yang parkir menggunakan area samping hotel. Sekapun itu tamu hotel yang datang menginap.

“Kata tukang parkir (jukir) itu, biaya parkir memang 5.000. Dan siapapun yang parkir disini (area hotel) harus bayar 5.000. Itu tariff parkir yang sudah ditetapkan. Dan katanya juga pihak hotel juga kasi ijin,” heran dia.

Hal Senada disampaikan Herman, teman Imran. Dirinya juga mengaku kaget saat dimintai Rp 5.000 untuk biaya parkir. Padahal, ia datang untuk menjemput Imran yang sudah menginap beberapa hari di hotel tersebut.
“Beta (saya) juga kaget, karena waktu keluar dari parkiran dengan motor, ada dua orang yang menghampiri untuk tagih uang parkir. Katanya biaya parkir satu kali itu 5.000. Beta juga sudah tanyakan, itu aturan dari mana. Tapi katanya aturan disitu (area hotel Amans) sudah begitu. Aneh, yang lain 2.000 kok ini 5.000. Bahkan kalau di area Planet A. Y. Patty itu, itu parkir hanya 1.000,” bebernya.

Dia berharap, pihak hotel bisa mengevaluasi kembali biaya tariff parkir yang diberlakukan kepada pengunjung maupun tamu hotel sendiri. Bahkan meminta agar ada perhatian dari Dishub Kota Ambon selaku pihak yang berkewenangan terhadap persoalan parkiran di kota Ambon.

“Kalau bisa ini dievaluasi lah. Kan itu area hotel, harusnya pengunjung bebas parkir. Indomaret saja bebas parkir, masa ini hotel biaya parkir naik dua kali lipat bahkan lebih. Harapan kami yang bisa disikapi juga oleh pemerintah kota,” harapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon, Robby Sapulette, saat dikonfirmasi mengaku, belum mengetahui ada parkiran liar di area hotel Amans. Namun jika benar adanya tariff khusus bagi roda dua di area hotel Amans sebesar Rp 5.000, maka pihak hotel wajib wajib membayar retribusi kepada pemerintah kota. Dan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) kota Ambon terkait keluhan tersebut.
“Kalau betul Amans tarif parkir 5.000 rupiah, maka harus ada pajak parkir yang diberikan ke pemerintah kota. Nanti kita koordinasi dengan Dispenda terkait kasus di Hotel Amans ini,” ungkap Robby, via seluler, Rabu (26/5).

Menurut dia, jika manajemen hotel Amans terapkan biaya parkir pada area hotelnya, itu tidak jadi persoalan. Asalkan harus membayar pajak Parkir. “Itu di dalam areal Amans. Sehingga Amans memperlakukan tarif seperti begitu. Kalau seperti itu, harus ada pajak,” sebutnya.

Robby juga mengaku heran, dengan penarikan tariff parkir yang diduga atas ijin pihak manajamen hotel kepada pihak ketiga. Sebab, biaya parkir kendaraan roda dua sebesar Rp 3.000 saat diberlakukan tariff progresif untuk sejumlah kawasan strategis.

“Tapi kalau yang di luar di tepi jalan umum untuk memanfaatkan fasilitas jalan umum untuk dijadikan tempat parkir sepeda motor, kan hanya pemilik kendaraan membayar 3.000. Kalau lewat dari itu, sudah melanggar aturan. Dan pasti kita tindak,” tegasnya.
Sementara itu, pihak manajamen Hotel Amans, belum dapat dikonfirmasi koran ini, hingga berita ini naik cetak. (SAD/IAN).

Comment