by

Tempe dan Minyak Kayu Putih Jadi Program Unggulan Desa Waetele

Ambon, BKA- Pemerintah Desa (Pemdes) Waetele, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, akan memaksimalkan pengolahan Tempe dan Minyak Kayu Putih. Karena memang itu sudah menjadi program unggulan di desa tersebut.

Pejabat Kepala Desa (Kades) Waetele, Nur Yasin, mengatakan, program ini akan merekrut sejumlah tenaga kerja, yang semuanya akan berasal dari warga desa setempat. Sehingga sudah tentu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


“Kita sudah punya program unggulan, seperti, pengolahan Tempe dan Minyak Kayu Putih. Cuma ini belum maksimal. Untuk itu, kami dari pemerintah desa akan memaksimalkan ini sebaik mungkin, sehingga bisa juga menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat kita di Desa Waetele,” kata Nur, kepada BeritaKota Ambon, Senin (21/12).

Namun untuk program pemberdayaan, Pemdes Waetele lebih fokus pada sektor pariwisata. Salah satunya, menjadi waduk di desa itu sebagai objek wisata.

“Kalau di bidang pemberdayaan, kita punya waduk yang untuk dijadikan sebagi objek wisata. Sebenarnya program ini sudah berjalan dari tahun kemarin. Untuk tahun ini, kita hanya tinggal menambahkan lagi fasilitas-fasilitasnya,” ungkapnya.

Untuk sektor pariwisata itu sudah ditargetkan akan selesai tahun ini. Tapi dengan adanya pandemi Covid-19, maka seluruh alokasi anggaran dialihkan ke penanganan Covid-19, yaitu, Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa.

Untuk sektor pertanian, Desa Waetele tidak kalah jauh dibanding desa-desa lain yang mempunya hasil pertanian, baik berupa perkebunan sayur-sayuran dan padi.

“Untuk perkebunan, seperti, padi dan sayur-sayuran banyak juga disini, walaupun sebagian besar kepemilikannya bukan orang dari desa sini. Tapi secara adminstrasi masih masuk dalam Desa Waetele. Kalau hasil-hasil pertaniannya banyak dibawa ke Namlea, ada juga ke Ambon. Tetapi sayur-sayuran itu banyak di bawah ke Ambon,” ujarnya.

Hal tersebut, kata dia, atas kerja sama Pemerintah Kabupaten Buru dan Pemerintah Provinsi Maluku dalam bentuk pembangunan infrastruktur yang menghubungkan dari desa ke kota, baik itu transportasi darat maupun laut. Sehingga masyarakat Desa Waetele mudah untuk menjual hasil perkebunannya ke kabupaten, bahkan sampai ke Kota Ambon.

“Kami sebagai pejabat Desa Waetele merasa berterimakasih atas kerja sama Pemerintah Kabupaten Buru dengan Provinsi Maluku. Karena dengan pembangunan yang ada, masyarakat di desa kami mudah untuk menjual hasil pertaniannya, sebab aksesnya tidak susah lagi, baik itu transportasi laut maupun darat,” pungkasnya. (MRS)

Comment