by

Terancam 7 Tahun, Nendissa Minta Keringanan

Ambon, BKA- Maichel Jaeko Naryo Nendissa terdakwa kasus tindak pidana penyalahguaan narkotika yang diancam Jaksa Penuntut Umum (JPU) 7 Tahun penjara, menganggap terlalu berat.
Kuasa hukum terdakwa, Penny Tupan mengatakan, sesuai nota pledoi yang disampaikan dalam persidangan, terdakwa minta keringanan hukuman ke majelis hakim. Karena ancaman yang dijatuhi JPU dinilai terlalu berat.

“Karena terdakwa sudah berlaku sopan di persidangan, terdakwa belum pernah di hukum dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya,makanya kita minta keringanan,” jelas Tupan dalam sidang pledoi, Senin (21/12) yang berlangsung di Pengadilan Negeri Ambon.

Sebelumnya,pemilik Narkoba jenis ganja sebanyak dua paket yakni Maichel Jaeko Naryo Nendissa terancam tujuh (7) Tahun penjara, karena melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ambon, J. W. Pattiasina dalam amar putusannya menyatakan, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana narkotika atau melanggar pasal 111 ayat 1 jo pasal 114 Undang-Undang nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Meminta kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini supaya menjatuhkan hukuman kepada terdakwa, tujuh tahun di potong masa tahanan,” ungkap JPU dalam persidangan, Jumat (18/12).

Selain pidana badan, terdakwa juga dibebankan membayar uang denda sebesar Rp 800 juta subsider tiga bulan kurungan.
Selain itu, JPU meminta agar barang bukti narkotika jenis ganja berupa dua paket dedaunan kering yang dikemas menggunakan plastik klem bening dalam bungkus rokok itu agar disita untuk dimusnahkan.

Sidang tuntutan itu diimpin Ismail Wael cs, serta terdakwa didampingi penasehat hukum Peni Tupan.

Di dalam dakwaan JPU,Warga BTN Passo Indah, Kecamatan Baguala, Kota Ambon itu, tertangkap pada 11 Agustus 2020 tepat di depan Bank BCA Passo.

Penangkapan terhadapnya berawal dari adanya informasi terdakwa memiliki ganja. Polisi lalu melakukan pemantauan terhadap terdakwa.

Saat pemantauan, terdakwa terlihat berhenti di salah satu kios. Saat ditelusuri, terdakwa ternyata membeli kertas linting rokok.

Polisi pun langsung menghampiri terdakwa dan langsung menggeledahnya. Saat penggeledahan, ditemukan satu pak kertas rokok.

Mereka menggeledah di sekitaran sepeda motor terdakwa. Lalu salah satu anggota polisi melihat gerakan terdakwa menginjak dos rokok. Dalam bungkusan rokok itu, terdapat dua paket ganja, selanjutnya terdakwa dibawa ke kantor guna untuk diproses.

Terdakwa mengatakan mendapatkan barang itu dari temanya yang bernama Juen De Quelju yang tinggal di Benteng Gudang Arang. (SAD)

Comment