by

Terdakwa ADD Karlutukara Minta Keringanan

Ambon, BKA- Dituntut 4 tahun penjara, tiga terdakwa yang dijerat dalam kasus dugaan korupsi ADD dan DD Karlutukara, Kecamatan Seram Utara Barat, Malteng minta keringanan hukuman kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara mereka.
“Agenda sidang nanti, kita tetap minta keringanan hukuman di majelis hakim, karena ancaman pidana 4 tahun penjara yang dijatuhi jaksa penuntut umum dianggap terlalu berat,” ungkap kuasa hukum terdakwa, Dominggus Huliselan, Minggu (11/4).

Menurut Huliselan, dalam perkara ini, ketiga terdakwa sudah mengakui kesalahannya. Mereka berjanji tidak akan mengulangi lagi.
“Mereka ini kan punya tanggungjawab keluarga juga, apalagi sebagai kepala rumah tangga. Olehnya itu, sebagai kuasa hukum kita akan meminta agar hakim meringankan hukuman ketiganya,” tandasnya.

Ketiga terdakwa yang dijerat dalam kasus ini, yakni, Eks Raja Negeri Karlutukara Matheos Erbabley, bendahara Theo Hengky Aliputy serta sekertaris Hengky Rumawagtine.
Mereka dituntut empat tahun penjara oleh jaksa penuntut umum Asmin Hamja dalam sidang secara virtual di Pengadilan Tipikor Ambon yang dipimpin Hakim ketua Felix R Wuisan serta dua anggota hakim lainnya.
Dalam tuntutan tersebut JPU mengungkapkan hukuman 4 tahun penjara layak diberikan kepada tiga terdakwa, karena ketiganya terbukti melakukan perbuatan melawan hukum menggunakan ADD dan DD tanpa didukung bukti dan tidak ada realisasi kegiatan atau pengadaan barang sebagaimana diatur dalam pasal 3 jo Pasal 18 UU nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana jo Pasal 64 ayat (1) KUH Pidana.
“Meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman 4 tahun penjara dipotong masa tahanan kepada masing masing terdakwa karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan negara,”jelas penuntut umum.
Selain hukuman kurungan penjara, tiga terdakwa juga dituntut membayar denda Rp. 5 juta subsider 1 bulan serta uang pengganti Rp.215 juta. Jika para terdakwa tidak mampu membayar maka diganti dengan 6 bulan kurungan penjara.(SAD)

Comment