by

Terdakwa Akui Ditangkap Bersama Barang Bukti Tembakau Sintetis

beritakotaambon.com – Rizal Rahman Hehanussa alias Ical, mengaku di persidangan pengadilan Negeri Ambon, bahwa saat anggota Polisi melakukan penggerebekan terhadap dirinya, bersamaan dengan barang bukti 7 paket tembakau sintetis tersebut.

Hal ini diungkap terdakwa dalam sidang yang di pimpin ketua majelis hakim, Orp Martina Cs, sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Marten Fordatkosu.

Sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa itu, kata terdakwa, sebelum ia ditangkap, sudah dua kali terdakwa melakukan transaksi narkoba.

“Sudah dua kali saya lakukan transaksi sebelum ditangkap polisi yang mulia,” jelasnya.

Di kesempatan itu juga, terdakwa mengakui semua perbuatannya di majelis hakim.

Baca juga: Balita Tewas di Kolam Gereja

“Saya akui jenis obat-obat itu tidak punya ijin resmi yang mulia. Saya berjanji tidak ulangi lagi,” tandas terdakwa di persidangan.

Sebelumnya diberitakan, Jaksa penuntut umum Kejari Ambon mengadili Rizal Rahman Hehanussa alias Ical, karena terlibat kasus narkotika jenis tembakau sintetis.

JPU dalam berkas dakwaannya menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan pemuda Lorong Alaka,Rt 007/Rw 18, Kelurahan Batu Merah, Kecamatan Sirimau, kota Ambon, ini terjadi sejak 12 Januari 2021 lalu.

Awalnya, petugas Ditresnarkoba Polda Maluku mendapat informasi dari informan, kalau terdakwa akan mengambil 5 paket narkoba jenis tembakau sintetis melalui kantor J &T Kawasan Belakang Soya, Kota Ambon.

Dari informasi itu, petugas menyusun rencana untuk melakukan penggerebekan terhadap diri terdakwa.

Selanjutnya, petugas berkoordinasi dengan pihak J &T, agar saat terdakwa datang mengambil paket tersebut, petugas J &T memberitahukan kepada petugas.

Tidak menunggu lama, saat melihat terdakwa datang ke kantor jasa pengiriman online itu, petugas langsung datang mengamankan terdakwa,berdasarkan informasi pihak J&T.

Saat ditangkap, polisi menemukan lima paket narkotika jenis tembakau sintetis. Dihadapan polisi, terdakwa mengaku kalau masih ada 2 paket yang tersimpan di rumah mertua terdakwa. Selanjutnya, petugas bersama-sama terdakwa datang mengambil paket tersebut, serta mengamankan terdakwa dan barang bukti ke kantor Polisi untuk di proses hukum.

“Terdakwa didakwa melanggar pasal 132 ayat 1 jo 112 ayat (1) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,”tandas JPU, Isabella Ubleeuw. (SAD)

Baca juga: Sering Dihujat, Rozaq Gorok Fajar

Comment