by

Terdakwa Mercuri Satu Tahun Bui

Ambon, BKA- Majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon, memvonis Hamza Sain terdakwa kasus penyelundupan mercuri, dengan penjara selama satu tahun dalam sidang, Kamis (25/3).

Menurut majelis hakim, selian pidana badan, warga negeri Morella, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Malteng ini juga dibebankan membayar dengan sebesar Rp.100 juta subsider enam bulan kurungan.
“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 161 UU nomoe 3 tahun 2020 tentang perubahan atas UU nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral,” ungkap ketua majelis hakim, Yanti Watimury Cs, dalam sidang yang dihadiri penasehat hukum terdakwa Penny Tupan, sedangkan JPU dari Kejari Ambon, Ajid Latuconsina.

Sebelumnya, Jaksa penuntut umum Kejari Ambon menuntut terdakwa Hamza Sain alias Naim dengan pidana penjara selama satu tahun, enam bulan (1,6), dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Ambon, Kamis (18/3).
Pria 28 tahun ini dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 161 UU nomoe 3 tahun 2020 tentang perubahan atas UU nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral.
“Meminta kepada majelis hakim agar memvonis terdakwa dengan penjara selama 1,6 tahun, dikurangi selama terdakwa berada di tahanan.

Dalam amar tuntutan jaksa menyebut, terdakwa bersama-sama rekan-rekannya pada bulan September 2020, mengantarkan 50 Kg mercuri dari Desa Morella ke rumah saksi Handry Junot Tuahatu (berkas terpisah) di jalan Gudang Arang, Kelurahan Benteng, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.
Dimana, barang bukti yang dibawa terdakwa, tujuannya akan di kirimkan ke Makassar melalui kapal Laut.
Perbuatan terdakwa ini sudah beberapa kali, dan sampai akhirnya rekan-rekan terdakwa ditangkap pihak kepolsian Polsek Leihitu.
Saat diamankan rekan-rekannya, terdakwa mengaku, terdakwa juga merupakan salah satu pengusaha mercuri. Dari informasi itulah, petugas melakukan penagkapan terhadap terdakwa.(SAD)

Comment