by

Terdakwa Penggelapan Terancam 9 Tahun Bui

Ambon, BKA- Kelvin Tomaluweng pegawai outsourching Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Ambon terancam di penjara selama 9 tahun oleh jaksa penuntut umum Kejati Maluku, Senia S. Pentury,pada sidang Rabu (17/3).

Ancaman hukuman kepada pemuda 25 tahun warga Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon ini, dibacakan JPU dalam persidangan yang dipimpin ketua majelis hakim,Lucky R. Kalalo Cs, sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Herbert Dadiara.

Menurut JPU, terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 49 ayat 1 huruf A dan B UU nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan sebagaimana di ubah dengan UU nomor 10 tahun 1998 junto pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Meminta kepada majelis hakim agar memvonis terdakwa selama 9 tahun di kurangi masa tahanan, serta denda sebesar Rp. 10 miliar, subsider dua bulan kurungan, ” ujar JPU dalam amar tuntutannya.

JPU dalam berkas dakwaannya menyebut, terdakwa adalah pegawai outsourching Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Ambon, terdakwa bertugas sebagai sales BRI Ambon. Dia menawarkan sejumlah produk BRI kepada masyarakat atau nasabah.

Namun hal yang terdakwa lakukan itu di luar kewenangan yang diberikan pihak bank.

Selain itu, terdakwa juga menawarkan deposito. Dana deposito diserahkan nasabah kepadanya untuk disetor ke BRI. Dia juga menerima pelunasan kredit macet dari PNS dan sebagainya.

Selain itu, terdakwa pun menerima pelunasan-pelunasan kredit macet dari PNS atau anggota. Tapi ternyata diantaranya itu dia tidak menyerahkan ke BRI.

Perbuatan yang dilakukan terdakwa sudah berlangsung sejak tahun 2018 sampai dengan 2019. Atas perbuatannya, nasabah maupun BRI Ambon mengalami kerugian sebesar Rp.565 juta.

Kejahatan Perbankan yang dilakukan terdakwa terungkap setelah dilaporkan pihak BRI Ambon pada Juni 2020.
Terdakwa juga lakukan tangan palsu. Tanda tangan ini yang ia gunakan menarik uang milik nasabah BRI.

Karena aksinya terendus, Pihak BRI melaporkan terdakwa setelah BRI mengembalikan dana nasabah milik Fransina Nirahua. Pengembalian dilakukan dua kali. Pertama pada tanggal 13 Januari 2020 sebesar Rp.35.000.000 diserahkan tunai, dan kedua pada tanggal 15 Juni 2020 sebesar Rp.176.550.000. Kedua pegembalian pihak BRI ini ditransfer ke rekening BRI milik korban.(SAD)

Comment