by

Terdakwa Utama Pembunuh Husein 15 Tahun Bui

Ambon, BKA- Erwin Nakul alias Erwin, eksekutor utama penganiayaan yang menyebabkan Husein Suat meninggal dunia dijatuhi hukuman 15 tahun penjara.

Hukuman terhadap Erwin dibacakan dalam sidang beragendakan putusan akhir majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon, yang dipimpin Wilson Shriver Cs, Selasa (20/4).

Dalam amar putusan yang dibacakan, terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama, sebagaimana yang melakukan atau turut serta melakukan dengan sengaja merampas nyawa orang lain sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 338, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Mengadili, menjatuhi hukuman pidana penjara kepada terdakwa utama dengan pidana penjara selama 15 tahun, di potong masa tahanan,” ujar hakim, saat membacakan amar putusan terdakwa.

Vonis yang jatuhkan majelis hakim tersebut sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Eko Nugroho, yang meminta hakim menjatuhkan vonis 15 tahun penjara terhadap terdakwa.

Selain Nakul, hakim juga menjatuhi hukuman, masing-masing 10 tahun penjara kepada Bakri Mahu alias Bakri dan Rian Kaimudin alias Ian, yang merupakan dua terdakwa lain yang juga turut terlibat dalam penganiayaan terhadap Husein Suat.

Hanya saja, hukuman yang dijatuhkan kepada dua terdakwa ini lebih ringan dari tuntutan JPU, yang sebelumnya menuntut kedua terdakwa dengan hukuman 14 tahun penjara.

Dalam kasus ini, tiga terdakwa lainnya yang masih dibawah umur sudah divonis lebih awal, yakni, terdakwa YN (16) dipenjara selama 4 tahun, sementara MOO (17) dan MK (16) divonis satu tahun enam bulan kurungan.

Sebelumnya, dalam dakwaan, JPU menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan enam terdakwa tepatnya pada 11 Februari 2021, sekitar Pukul 03.00 Wit, bertempat di atas Jembatan Merah Putih Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.

Awalnya, para terdakwa bersama sejumlah saksi sedang duduk di bawah pohon seputaran LIPI, kawasan Kate-Kate, Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon.

Tiba-tiba mereka melihat korban bersama rekan-rekannya melintas di depan mereka. Kemudian korban merasa para terdakwa mengeluarkan kata makian, sehingga korban tidak terima, lalu bersama rekan-rekannya datang menyambangi para terdakwa dengan bertanya, siapa yang keluarkan kata makian kepada mereka.

Karena para terdakwa tidak terima, mereka mengejar kelompok korban sehingga terjadilah pengejaran mengunakan sepeda motor. Korban dan saksi Aswinda yang saat itu tertinggal dari rombongannya, berhasil ditendang sampai terjatuh dari sepeda motor oleh terdakwa I. N alias I dan terdakwa Erwin Nakul alias Erwin. Seketika itu, korban langsung terjatuh.

Selanjutnya terdakwa I.N alias I langsung menendang dan memukul korban sebanyak kurang lebih 10 kali. Terdakwa Erwin Nakul kemudian menikam korban dengan mengunakan pisau sebanyak satu kali di bagian tubuh belakang bagian kiri. Setelah itu, terdakwa Bakri Mahu alias Bakri, melakukan pemukulan mengunakan batu di bagian tubuh korban sebanyak dua kali.

Sedangkan terdakwa Rian Kaimudin alias Ian, bersama dua terdakwa lainnya M.O.O dan M.K.T, datang bersama-sama memukul korban menggunakan kepalan tangan secara membabi buta.

Akibat perbuatan para terdakwa, korban langsung meninggal dunia berdasarkan hasil Visum Et Repertum Nomor: VER/ 20/ KES.15/II/2021 Rumah Sakit tanggal 11 Februari 2021 Rumah Sakit Bhayangkara Ambon, dengan kesimpulan luka-luka memar dan luka-luka lecet diakibatkan kekerasan benda tumpul, luka tusuk pada punggung belakang sebelah kiri akibat kekerasan benda tajam. (SAD)

Comment