by

Terindikasi Turut Nikmati, Polisi Diminta Periksa Relawan YAB

Ketua Yayasan Anak Bangsa (YAB) Josefa Kelbulan dan sekretarisnya Lambert W Miru yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Ditreskrimum Polda Maluku terkait dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan tidak tinggal diam.

Mereka mulai membuka indikasi sindikat kejahatan yang dilakukan relawan YAB secara terorganisir.

Kelbulan dan Miru melalui kuasa hukumnya Charter Soulissa dan Jitro Nurlatu mengatakan selama YAB beroperasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat yang melakukan investasi atau tender adalah Relawan. Relawan pun yang menerima uang dengan jumlah tertentu tanpa diketahui oleh Ketua YAB.

“Setelah kasus mencuat penyidik menyebutkan penipuan dan penggelapan di YAB mencapai lebih dari Rp.4 millyar dan terus bertambah, sementara bukti uang yang dikuasai klien kami hanya sebesar Rp.400 juta, dari jumlah Rp.4 M ini kita minta kajiannya dimana, karena mekanisme pengaturan di lapangan semua dilakukan relawan, mereka ambil uang, klien kami tidak pernah tahu berapa yang diinvestasi masyarakat, bisa saja ada yang sumbang Rp. 20 juta stor hanya Rp. 7 juta,”jelas Soullisa, Senin lalu.

Menurut Soulissa, indikasi keterlibatan relawan menguat dari laporan Antonius Batlayeri ke Polres KKT terkait penipuan dan penggelapan yang dilakukan YAB yang dinahkodai Josefa Kelbulan. Dalam laporan tersebut Batlayeri mengaku YAB menggelapkan uang miliknya sebesar Rp.500 juta. Padahal setelah digugat Batlayeri tidak dapat membuktikan dana Rp.500 juta tersebut, sehingga pengadilan mengabulkan seluruhnya gugatan Kelbulan.

“Atas dasar laporan yang katanya klien kami menggelapkan uang milik Batlayeri sebesar Rp.500 juta, kami ajukan gugatan dan terbukti gugatan kami diterima seluruhnya lewat salinan putusan perdata nomor 09 tanggal 19 Mei 2021. Dalam gugatan ini tergugat tidak dapat membuktikan dalilnya itu, karena penggugat hanya menginves Rp.750 ribu dan itu terbukti lewat rekening koran,”tandasnya.

Atas dasar tersebut tambah Jitro Nurlatu, mereka meminta penyidik untuk memeriksa Relawan dikarenakan para relawan terindikasi turut menikmati atau menggelapkan dana milik para korban dengan mengatasnamakan YAB.

“Dari persoalan ini seakan akan klien kami pelaku tunggal, padahal penyidik harus menelusuri lagi, dan memeriksa para relawan yang dalam hal ini bergerak dan bersentuhan langsung dengan masyarakat, penyidik harus liat kemungkinan relawan turut menikmati uang uang tersebut karena uangnya tidak langsung ke klien kami namum melalui relawan,”pintah Nurlatu. (SAD)

Comment