by

Terjerat Narkoba, Wattimena Terancam PAW

Ambon, BKA- Wellem Zefah Wattimena terancam dipecat selaku kader Partai Demorat Maluku, menyusul kasus dugaan tindak pidana narkotika yang membelitnya.

Sehingga wacana Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap dirinya selaku Anggota DPRD Maluku, makin santer terdengar.

Wellem Zefah Wattimena sebelumnya diciduk personel Satresnarkoba Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, karena diduga terlibat kasus tindak pidana narkotika jenis sabu-sabu, di Bandara Pattimura Ambon, Senin (8/3).

“Jika dalam proses hukum yang dilakukan Satresnarkoba Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease terhadap Wellem Zefah Wattimena, terbukti melakukan perbuatan tak terpuji itu, maka sudah tentunya dirinya akan di PAW dan dipecat,” tegas Ketua DPD Partai Demokrat Maluku, Rooy Pattiasina, via seluler.

Terpisah, Kepala BNNP Maluku, Brigjen Pol. M. Zainul Muttaqin, mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan tes urine, Wellem Zefah Wattimena hasilnya dinyatakan positif mengandung amphetamine.

“Dari barang bukti WW, ada dua, yang bersangkutan dinyatakan positif dan alat pengisap sabu. Diketahui, ada beberapa kadar di dalam alat pengisap itu. Namun akan kita cek di Laboratorium forensik di Makassar dulu, supaya mengecek kepastiannya. Tapi yang jelas, WW dinyatakan positif,” jelasnya.

Untuk status penyelidikan, katanya, telah memenuhi unsur pasal. Yakni, pasal 184 KUHP yang menyebut alat bukti yang sah adalah keterangan saksi, keterangan ahli, surat petunjuk dan keterangan terlapor.

“Nantinya, tiga hari kemudian akan ada surat perintah penahanan dari Kapolresta,” tandasnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, AKP Jufri Jawa, yang dikonfirmasi terkait kapan dilakukan penetapan tersangka terhadap anggota DPRD aktif tersebut. Dia mengatakan, saat ini polisi masih menunggu hasil uji laboratorium forensik alat pengisap yang diamankan dari tangan WW.

“Pastinya tunggu kami bekerja dulu. Namun yang jelas, besok pagi kita akan umumkan secara resmi. Karena besok pagi baru hasil uji labfor tiba di Ambon,” ujar Jufri.

Ia mengaku, penangkapan terhadap WW dilakukan pada 8 Maret 2021, di Bandara Pattimura Ambon. “Saat itu, anggota mendapat informasi kalau WW dalam penguasaan sabu-sabu, menggunakan pesawat dari Jakarta. Tidak menunggu lama, anggota langsung melakukan penyelidikan di bandara. Pada saat WW berada di terminal Pattimura, anggota langsung grebek. Ditangan WW, ada alat pengisap sabu-sabu. Selanjutya, WW dibawa ke Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease untuk diproses hukum,” tandas Jufri.(SAD/RHM).

Comment