by

Tersangka Dugaan Korupsi MTQ Diperiksa Lima Jam

Ambon, BKA- Jibrael Matatula, tersangka kasus dugaan korupsi dana pelaksanaan MTQ XXVII Tingkat Provinsi Maluku di Kabupaten Buru Selatan (Bursel) pada tahun 2017 lalu, kembali diperiksa Kejari Buru.

Pemeriksaan itu dilakukan oleh Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Buru, Yasser Samahati, di ruang penyidikan Tindak Pidana Khusus (Pinsus) Kejari Buru, Rabu (31/3).

Pada pemeriksaan itu, tersangka Jibrael Matatula (JM) diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi untuk tersangka berinisial SM dan RN.

“Tadi ada pemeriksaan saksi MTQ inisial JM, selaku event organizer dalam kegiatan MTQ tersebut. JM diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi untuk tersangka berinisial SM dan RN,” ungkap Kepala Seksi (Kasi) Intelejen Kejari Buru, Azer Jongker Orno, kepada BeritaKota Ambon, Rabu (31/3) malam.

Dia menjelaskan, pemeriksaan itu dimulai pukul 10.30 Wit sampai dengan pukul 17.00 Wit, untuk kepentingan pengumpulan barang bukti dalam kasus yang diduga merugikan keuangan negara puluhan miliar itu.

“Diperiksa dari sekitar jam 10.30 Wit, kemudian break makan siang untuk jam 12. Kemudian dilanjutkan jam 1 sampai dengan jam 5. Jadi totalnya kita periksa kurang lebih sekitar 5 jam setengah,” ujar dia.

Jaksa dengan pangkat tiga balok emas di pundak itu melanjutkan, saksi JM dicecar sekitar 20 pertanyaan.

“Iya, tadi cuma satu orang saja diperiksa hari ini (kemarin), dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi Maluku di Kabupaten Buru Selatan tahun 2017. Pertanyaan dalam pemeriksaan tersebut sebanyak 20 pertanyaan,” ungkapannya.

Dalam kasus ini, Kejari Buru sudah menetapkan tiga orang tersangka, yaitu, Kepala Dinas Perhubungan Bursel, Sukri Muhammad, yang menjabat sebagai ketua bidang sarana dan prasarana dalam kepanitiaan MTQ tersebut.

Selanjutnya, Bendahara Dinas Perhubungan Bursel, Rusli Nurpata, yang menjabat sebagai bendahara bidang sarana dan prasarana. Dan tersangka lain adalah Jibrael Matatula selaku Event Organizer dalam Kepanitiaan MTQ XXVII tingkat Provinsi Maluku Tahun 2017 di Buru Selatan.

Mereka bertiga ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Buru sejak 15 Oktober 2019 lalu. Namun, ketiganya belum ditahan, karena pengumpulan alat bukti masih berjalan.

Data yang diterima koran ini, berdasarkan penghitungan penyidik, kasus dugaan korupsi dana MTQ XXVII tingkat Provinsi Maluku Tahun 2017 di Bursel merugikan keuangan negara sebesar Rp 9 miliar.

Sementara laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Maluku Nomor
8.A/HP/XIX.AMB/06/2018 tanggal 25 Juni 2018 yang ditandatangani oleh Muhammad Abidin selaku Penanggung Jawab Pemeriksaan, dijelaskan pada tahun 2017 terdapat pemberian hibah uang kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Bursel, senilai Rp.26.270.000.000 untuk pelaksanaan kegiatan MTQ Tingkat Provinsi Maluku XXVII.

Pemberian hibah ini berdasarkan permohonan proposal dari LPTQ kepada bagian keuangan BPKAD, pada tanggal 3 Februari 2017. Namun, proposal tersebut tidak disertai dengan rencana penggunaan dana.

Penyaluran dilakukan dalam dua tahap, masing-masing sebesar Rp 13.135.000.000,00, dari bendahara pengeluaran BPKAD ke rekening LPTQ Kabupaten Bursel. Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK Perwakilan Maluku, terdapat dana sekitar Rp 10.684.681.624,00 yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. (MSR)

Comment