by

Tersangka Kasus BPDM Mako Terancam 20 Tahun Bui

beritakotaambon.com – Polres Pulau Buru menetapkan tiga tersangka, pada kasus dugaan korupsi PT Bank Maluku-Maluku Utara, Cabang Pembantu Mako, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru.

Penetapan ketiga tersangka itu disampaikan Kapolres Pulau Buru, AKBP Egia Febri Kusumawiatmaja, dalam konfrensi pers yang digelar di Mapolres Pulau Buru, Senin (27/9).

Didampingi Wakapolres Buru Kompol Jani Parinussa dan Kasat Reskrim Polres Pulau Buru Iptu Handry Dwi Azhari, AKBP Egia mengatakan, dugaan tindak pidana korupsi perbuatan kecurangan/fraud terhadap keuangan PT Bank Maluku-Maluku Utara Kantor Cabang Pembantu Mako Kabupaten Buru, terjadi pada 2016 hingga 2019.

Ketiga tersangka itu, yakni, berinisial SMP, BSA dan EMH. “SMP merupakan Pimpinan Cabang Pembantu (PCP) Mako, BSA sebagai teller tunai dan EMH selaku teller tabunganku,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, terang Kapolres, diketahui kalau sejak 2013, SMP selaku pimpinan cabang pembantu (PCP) Mako mempercayai teller tunai dan teller tabunganku, yakni, tersangka inisial BSA dan tersangka inisial EMH, untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab yang berhubungan dengan kas bank/khasanah. Bahkan SMP memberikan password dan sandi (sistem keamanan bank) kepada keduanya.

Baca juga: Golkar Siapkan Lima Nama Bakal Lawan Murad

“Jadi atas penguasaan sistem oleh kedua teller, tersangka BSA dan tersangka EMH dengan bekerjasama dan bebas baik secara sistem maupun manual, dapat masuk dan mengambil uang pada kas bank/khasanah untuk kebutuhan pribadi masing-masing,” tuturnya.

Untuk menutupi selisih saldo yang terjadi pada kas bank atas pengambilan pinjaman/panjar oleh tersangka SMP, BSA dan EMH, lanjut AKBP Egia, setiap akhir hari kerja, keduanya telah melakukan pendebetan berupa penarikan dan transfer fiktif pada 75 rekening nasabah, dan juga menggunakan setoran tunai yang dilakukan oleh nasabah.

“Untuk menghindari kecurigaan dari para nasabah, setiap kali nasabah melakukan transaksi, tersangka BSA dan EMH menulis saldo nasabah yang sebenarnya dengan tulisan pena dan hapusan tipe-x pada buku tabungan nasabah. Jika ada komplain dari nasabah dengan meminta print out buku tabungan, tersangka BSA dan EMH beralasan kalau print-out sedang bermasalah/sistem sedang eror, dan meminta menahan buku tabungan nasabah sampai waktu yang ditentukan,” tegasnya.

Sesuai hasil perhitungan auditor BPKP Perwakilan Provinsi Maluku, terang AKBP Egia, tiap tersangka melakukan Korupsi dengan nominal yang berbeda. Tersangka SMP senilai Rp 21.500.000, tersangka BSA Rp 2.042.414.000, dan tersangka EMH Rp 2.042.414.000.

“Dari ke tiga tersangka penyidik Polres Pulau Buru juga telah melakukan penyelamatan keuangan negara/daerah sebesar Rp 130.141.000, terdiri dari pengembalian oleh tersangka SMP sebesar Rp 21.500.000, BSA Rp 72.961.000 dan EMH Rp 35.680.000, yang disetorkan langsung ke rekening kas bank. Pihak penyidik juga melakukan penyitaan terhadap barang berharga/emas seberat 100,58 gram, terdiri dari 42,71 gram dari tersangka BSA dan 57,87 gram terdiri dari tersangka EMH,” tutur Egia.

Akibat perbuatan tersebut, ketiga tersangka disangkakan dengan Pasal 2 Ayat 1 dan atau Pasal 3, Jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1, Jo Pasal 64 Ayat 1 KUHPidana.

“Dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun, dan denda paling sedikit Rp 200 juta, dan paling banyak Rp 1 miliar,” pungkasnya. (MSR)

Baca juga: Jalan Masuk Asrama Haji Diblokade Warga

Comment