by

Tersangka Korupsi DD Skikilale Pekan Ini Ditetapkan

Ambon, BKA- Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru, menjadwalkan akan mengekspose kasus dugaan tindak pidana korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) di Desa Skikilale, Kecamatan Waplau, Kabupaten Buru tahun anggaran 2019, dalam pekan ini.

Dalam kasus ini, Penjabat Kepala Desa Skikilale, berinisial SL diduga kuat menyelewengkan DD dan ADD tahun Anggaran 2019 tersebut. Dengan modus membuat kwitansi palsu atas item belanja dan kegiatan, seakan-akan telah dibelanjakan, namun ternyata fiktif.

Kajari Buru, Muhtadi mengatakan, kegiatan ekspose untuk menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi ratusan juta di desa tersebut pekan ini.
“Untuk dana desa Skikilale ini akan segera kita ekspos. Penetapan tersangka inshaa Allah minggu depan (pekan ini),” kata Muhtadi, kepada BeritaKota Ambon, Minggu (18/4).

Saat disinggung terkait berapa orang calon tersangka yang dikantongi Kejari Buru saat ini, Muhtadi mengaku, itu berdasarkan keterangan dan alat bukti yang telah diterima penyidik Kejari Buru, yakni sementara baru satu orang. Namun tidak menutup kemungkinan, akan ada calon tersangka lain dalam kasus dugaan korupsi tersebut. “Minimal satu orang dulu lah, yang lainnya menyusul karena masih pengembangan perkara,” bebernya.

Selain itu, Kejari Buru telah mengantongi nama calon tersangka, dalam kasus dugaan korupsi DD dan ADD Skikilale tahun anggaran 2019. “Iya, sudah mengerucut ke nama tertentu. Kami telah kantongi namanya calon tersangka dalam perkara Desa Skikilale ini,” kuncinya.

Diberitakan sebelumnya, Kajari Buru ini menyatakan dugaan praktik penyelewengan DD/ADD Skikilale Tahun Anggaran 2019 nilai kerugian keuangan negara cukup besar. Sehingga, tanggal 24 Maret 2021 lalu, Kejari Buru telah memanggil beberapa orang saksi, termasuk calon tersangka untuk diperiksa.

Menurut dia, ADD dan DD Skikilale tahun anggaran 2019 kurang lebih Rp 2,2 miliar dan dugaan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp 600 juta dalam kasus korupsi dimaksud.

Selian mantan Penjabat Kepala Desa Skikilale, berinisial SL yang dipanggil dan diperiksa penyidik Kejari Buru, ada juga empat orang saksi lain yang diperiksa. Yakni Bendahara Desa Skikilale berinisial AW, Sekertaris Desa Skikilale berinisial FT, Kasi Kesra berinisial DK dan Ketua BPD Skikilale berinisial ML, pada Selasa 6 April 2021 lalu.

Orang nomor satu di Kejari Buru ini membeberkan tiga modus yang dilakukan oknum dalam menyelewengkan DD dan ADD Skikilale tahun anggaran 2019. Pertama ada kwitansi fiktif yang disodorkan sebagai bukti pertanggungjawaban. Namun anehnya tidak ada kegiatan. Sementara yang kedua, ada Mark up.

Muhtadi juga mengaku, dari anggaran senilai Rp.600 juta yang diselewengkan, pihaknya telah menemukan kerugian lumayan besar dari modus operandi yang ketiga yaitu, tidak ada pertanggungjawaban sama sekali.

“Jadi dana itu dipakai untuk apa, tidak ada keterangan sama sekali. Dananya dicairkan, tapi kegiatan di lapangan tidak ada. Bahkan tidak ada pertanggungjawaban sama sekali. Karena tidak dipakai untuk apa-apa, misalnya untuk membangun desa Skikilale,” pungkasnya. (MSR)

Comment