by

Tersangka Korupsi DLHP Dibui

beritakotaambon.com – Tiga tersangka dugaan korupsi anggaran BBM di Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, dijebloskan Rutan dan Lapas Perempuan, Jumat (27/8).

Ketiga tersangka itu, yakni, Lucia Izaak (LI) selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Mauritsz Yani Talabesy (MYT) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan Ricky M. Syauta (RMS) selaku mantan Manajer SPBU Belakang Kota.

Pantauan BeritaKota Ambon, sebelum ketiganya digiring ke Rutan dan Lapas perempuan, terlebih dulu diperiksa oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon, untuk melengkapi berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Tim penyidik mencecar ketiga tersangka, masing-masing kurang lebih dengan 53 pertanyaan.

Baca juga: SPDP Pembunuh Firman Diterima Jaksa

Tersangka Lucia Izaak didampingi kuasa hukumnya, Jhonathan Kainama. Sementara Mauritsz Yani Talabesy dan Ricky M. Syauta, didampingi Boby Siahaya dan Firel Sahetapy.

Selesai diperiksa, ketiganya langsung digiring ke mobil tahanan dengan mengenakan rompi tahanan Kejari Ambon, untuk dibawa ke tahanan.

Kepala Kejari Ambon, Dian Fris Nalle, mengatakan, ketiga tersangka ditahan selama 20 hari. Tapi bisa ditambah untuk kepentingaan pelimpahan berkas ke pengadilan.

Tersangka Lucia Izaak ditahan di Lapas Perempuan dan Anak, di Desa Passo. Sedangkan tersangka Mauritsz Yani Talabesy dan Ricky M. Syauta, ditahan di Rutan Kelas IIA Ambon.

Menurut Nalle, penahanan kepada ketiga tersangka dilakukan penyidik, karena telah mengantongi hasil audit berkas korupsi anggaran BBM di DLHP kota Ambon tahun 2019.

“Hasil audit yang dikantongi berdasarkan hitungan BPKP Perwakilan Maluku-Malut sebesar Rp 3.6 miliar lebih. Karena itulah, kita melakukan penahanan untuk ketiga tersangka ini,” jelas Kajari.

Ketiga tersangka diancam melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3, Jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Pemberantasan korupsi, Jo Pasal 55, 56 KUHPidana.(SAD)

Comment