by

Tersangka Pencabulan Anak Dibawa ke Jaksa

Ambon, BKA- Kepolisian Resort (Polres) Pulau Buru menyerahkan tersangka dan berkas perkara (Tahap II), kasus persetubuhan anak di bawah umur ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru, Jumat (7/5).

Tersangka persetubuhan anak di bawah umur, yakni, MHTP alias Dody (40), merupakan mantan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Buru.

Penyidik Polres Pulau Buru, Bripda M. Syafri B. Holle, mengatakan, tersangka merupakan warga Dusun Sehe Belakang Pompa Bensin, Desa Namlea, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru.

“Ini sudah tahap II, jadi kami selaku penyidik Polres Pulau Buru, menyerahkan tersangka dan barang bukti ke rekan-rekan jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Buru,” kata Bripda Syafri kepada BeritaKota Ambon, saat ditemui di kantor Kejari Buru.

Dia menjelaskan, berkas tahap II yang dilimpahkan itu, setelah jaksa pemuntut umum Kejari Buru menyatakan berkas tersangka lengkap atau P21. Sehingga penyidik Satreskrim Polres Buru melakukan tahap II.

“Tersangka ini sebagai tetangga korban, karena mungkin keseringan melihat korban bermain, sehingga menimbulkan rasa nafsu untuk menyetubuhi si anak ini,” tuturnya.

Kemudian, dia menyatakan, dari kedekatan korban dan tersangka inilah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dan perkara ini dilaporkan oleh saksi, pada 2 Februari 2021 lalu.

“Dalam perkara ini, terdapat barang bukti satu lembar baju lengan pendek berwarna merah, satu lembar celana panjang kain berwarna hitam, dan satu lembar celana dalam warna putih,” ungkapnya.

Ia menambahkan atas perbuatannya itu, tersangka dijerat dengan pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) UU RI Nomor: 17 tahun 2016, Penetapan Perpu Nomor: 1 tahun 2016, Perubahan kedua atas UU RI Nomor: 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi UU Sebagaimana telah Dirubah dalam UU RI Nomor: 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Kini tersangka terancam hukuman 5 sampai 15 tahun penjara,” pungkasnya. (MSR)

Comment