by

Tersengat Listrik, Satu Warga MBD Tewas

Salah satu warga Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) tewas dalam kecelakaan kerja akibat tersengat arus listrik di Dermaga Feri, Tiakur. Kejadian itu terjadi sekira pukul 16.00 WIT, Senin (17/5).

Korban, Selfianus Puaraka merupakan salah satu karyawan PT Sumber Mas yang bertugas sebagai pekerja gudang. Saat itu, Selfianus sedang melakukan aktifitas bongkar muat barang dari Kapal Tol laut melayani Wilayah MBD.

Korban bersama lima rekan kerjanya, memilih Dermaga Fery Tiakur untuk melakukan aktifitas bongkar muatan. Padahal lokasi Deermaga fery saat ini sementara dalam proyek pengerjaan Dermaga Fery tahap Tiga, oleh CV. Fazghar Bangun. Yang mana lokasi tersebut sedang dalam kondisi yang tak beraturan.

Kasat Reskrim Polres MBD, IPTU Risad Apalu Bana, Selasa (18/5) kepada koran ini membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, berdasarkan laporan anggota Reskrim dari hasil olah TKP, korban mengalami kecelakaan saat bersama empat rekan kerja membawa profil tank yang terbungkus besi sebanyak empat buah dari kapal, dan dinaikan ke rakit. Selanjutnya, drum-drum tersebut diantarkan ke areal pelabuhan dengan maksud untuk mengambil air Bersih.

Setelah sampai di area pelabuhan Dermaga Ferry Tiakur, lanjut Risad, korban dan rekan kerjanya menurunkan drum-drum itu dari atas perahu rakit untuk dibawa ke mobil. Naasnya ketika korban bersama salah satu rekanya mengangkat drum di atas Dermaga Ferry, korban bersama temannya tidak melihat ada kabel yang tidak terbungkus. Korban pun kemudian menaruh drum tersebut tepat diatas kabel.

Akibat hal itu, dengan kondisi kedua tangan korban masih menempel diatas drum, kedua korban tersebut langsung tersengat strum atau tegangan Listrik, selang waktu 5 sampai 10 detik keduanya pun terlepas dari sengatan strum tersebut.

“Korban pun kemudian terpental dan terjatuh kedalam air. Korban kemudian diselamatkan oleh rekan-rekannya dan kemudian dibawa ke rumah sakit umum Tiakur. Akan tetapi ketika tiba di rumah sakit, korban tidak tertolong lagi dan meninggal,” tuturnya.

Risad menambahkan, saat ini pihak kepolisian masih melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut. Dan pihaknya masih melakukan pemanggilan pihak-pihak terkait dan pemanggilan saksi.

“Untuk saksi kunci saat ini belum bisa dilalukan pemeriksaan. Karena saksi-saksi kunci yang adalah rekan-rekan kerja korban masih dirawat di RSUD Tiakur,” bebernya.
Dia juga menjelaskan, saat ini pihaknya belum dapat memastikan penyebab kecelakaan tersebut. Mengingat lokasi itu bertepatan dengan lokasi proyek pembanguan Dermaga Fery.

Untuk diketahui, lokasi yang ditetapkan pihak Sabhandar untuk berlabuh dan aktifitas kapal lainnya ditetapakn di pelabuhan spit Pantai Tiakur. Namun sering kali terjadi bongkar muat barang di atas Dermaga Fery yang masih menjadi wilayah terlarang diluar aktivitas proyek. (GEM)

Comment