by

Tidak Benar Rusdi Ambon Menang Perkara 178

Ambon, BKA- Informasi terkait tergugat Rusdi Ambon memenangkan perkara perdata sengketa Graha Raden Pandji di Jalan A.M. Sangadji, tidak benar.

Roos Jeane Alfaris selaku ketua tim hukum penggugat Anidayanti Qamariyah Pelupessy, mengungkapkan, sampai saat ini, majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon belum mengeluarkan putusan terkait Nomor Perkara:178/Pdt.G/2020/PN.Amb. tanggal 14 Agustus 2020 itu.

Persidangan perkara itu, ungkapnya, memang belum sampai pada puncaknya. Namun karena pertimbangan khusus, yakni, ada salah satu tergugat yang telah meninggal dunia, maka pihaknya mencabut gugatan tersebut.

Namun gugatan itu akan kembali dilanjutkan, kata Alfaris, setelah memasukkan gugatan baru. “Jadi siapa yang bilang Rusdi Ambon menang dalam perkara ini. Perkara ini kita cabut gugatannya, karena tergugat 8 atas nama Janda Elma Bakri (80), telah meninggal dunia. Jadi kalau ada informasi yang beredar di luar sana terkait perkara ini sudah dimenangkan tergugat Rusdi Ambon Dkk, itu tidak benar,” ungkapnya, Minggu (6/12).

Pada gugatan sebelumnya, terdapat 19 tergugat. Yakni, Irfan Alie (Tergugat 1), Ny Djasnamawi (Tergugat 2), Rosma Alie (Tergugat 3), Muhamad Nirma Alie (tergugat 4), Muhamad Syafri Radjab (Tergugat 5), Cahlilah Madjid (Tergugat 6), Bob Irwan Ibrahim Abu Kasim (Tergugat 7), Janda Elma Bakri (Tergugat 8), Luthfi Achmad (Tergugat 9), Ridwan Madjid (Tergugat 10), Zulhaida (Tergugat 11), Fauzi Irawan Khary (Tergugat 12), Rohany (Tergugat 13), Numala Ridwan (Tergugat 14), Burham Abukasim (Tergugat 15), Hanafi Abu Kasim (Tergugat 16), Rusdi Ambon (Tergugat 17), Lidya Gosal (Tergugat 18) dan kepala Badan Pertanahan Nasional Kota Ambon selaku tergugat 19.

Karena tergugat 8 atau Janda Elma Bakri telah meninggal dunia, maka perkara itu dicabut untuk dilakukan perbaikan. Karena sudah dilakukan perbaikan, maka sudah ada gugatan baru yang dimasukkan.

Para tergugat masih sama, kata Alfaris, namun jumlah bertambah. Karena tergugat Janda Elma Bakri diganti oleh tiga ahli warisnya, yakni, Syafri Awansyah Bakri (tergugat 8), Syah Rizal Bakti (tergugat 9), dan Novie Amelia Bakri (tergugat 10).

Dengan adanya perubahan itu, maka gugatan tersebut sekarang dilayangkan bagi 21 tergugat. Yakni, Irfan Alie (Tergugat 1), Ny Djasnamawi (Tergugat 2), Rosma Alie (Tergugat 3), Muhamad Nirma Alie (tergugat 4), Muhamad Syafri Radjab (Tergugat 5), Cahlilah Madjid (Tergugat 6), Bob Irwan Ibrahim Abu Kasim (Tergugat 7), Awansyah Bakri (tergugat 8), Syah Rizal Bakti (tergugat 9), dan Novie Amelia Bakri (tergugat 10), Luthfi Achmad (Tergugat 11), Ridwan Masjid (Tergugat 12), Zulhaida (Tergugat 13), Fauzi Irawan Khary (Tergugat 14), Rohany (Tergugat 15), Numala Ridwan (Tergugat 16), Burham Abukasim (Tergugat 17), Hanafi Abu Kasim (Tergugat 18), Rusdi Ambon (Tergugat 19), Lidya Gosal (Tergugat 20) dan kepala Badan Pertanahan Nasional Kota Ambon (Tergugat 21).

Untuk diketahui, lanjutnya, gugatan tersebut telah diregistrasi dalam Nomor Perkara 258/Pdt.G.2020/PN Amb. tertanggal 2 Desember 2020.

“Karena kita sudah masukan gugatan baru, saya berharap pihak-pihak tergugat kooperatif supaya persidangan perkara ini, sehingga cepat selesai pada putusan majelis hakim,” tandas Alfaris.

Sebelumnya diberitakan koran ini, karena diduga melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH), Rusdi Ambon Cs, digugat oleh Anidayanti Qamariyah Pelupessy, ke Pengadilan Negeri Ambon.

Gugatan hukum Pelupessy itu teregistrasi dalam nomor perkara 178/Pdt.G/2020/PN.Amb. tanggal 14 Agustus 2020.
Anidayanti Qamariyah Pelupessy melalui Kuasa hukumnya Roos Jeane Alfaris kepada Wartawan mengatakan, dalam perkara perdata ini, mereka mengajukan gugatan terhadap 19 pihak yang disebut sebagai tergugat, dengan objek sengketa pada Graha Raden Pandji,yang terletak di Jalan A.M. Sangadji , RT.005/ RW.004 Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Kata Alfaris, kliennya mengajukan upaya hukum karena dalam penetapan ahli waris yang di keluarkan oleh Pengadilan Agama Ambon Nomor: 3/Pdt.P/PA.Ab tanggal 28 Februari 2019 atas nama tergugat 1 sampai 16, tidak pernah melibatkan penggugat dan ahli waris lainnya dalam hal dimaksud.

Parahnya lagi, pada 30 Juli 2020, tanpa sepengetahuan penggugat dan ahli waris lainnya, tergugat 1 sampai 16, menjual lahan tersebut kepada tergugat 17 Rusdi Ambon, dengan nilai sebesar Rp 3,5 miliar pada tanah dan bangunan dengan luas 550 M.

“Karena tidak melibatkan klien saya dalam penetapan waris dan tanpa sepengetahuan klien saya, penggugat 1 sampai 16 melakukan penjualan ke tergugat 17. Makanya kita gugat perbuatan melawan hukum di Pengadilan Negeri Ambon,” jelas Alfaris, belum lama ini.

Tujuan gugatan tersebut, pihaknya meminta agar Pengadilan Negeri Ambon membatalkan akta jual beli antara Irfan Ali dengan Rusdi Ambon, yang dibuat oleh notaris Lidya Gosal.

Hal tersebut lantaran kliennya selaku salah satu ahli waris sah atas lahan tersebut dan juga beberapa ahli waris lainnya, sama sekali tidak mengetahui proses jual beli yang dilakukan oleh Irfan Ali.

Bahkan mereka juga tidak pernah menandatangani akta jual beli tersebut. “Klien kami dan beberapa ahli waris lainnya sama sekali tidak tahu apa dengan proses jual beli, padahal mereka adalah anak kandung sah dari Erna Namira Alie almarhum yang adalah salah satu ahli waris. Oleh karena proses jual beli tersebut tidak sah menurut hukum, maka haruslah dibatalkan,” jelasnya.

Selain melayangkan gugatan terhadap Rusdi Ambon Cs ke Pengadilan Negeri Ambon. Alfaris juga akan mengajukan permohonan pembatalan penetapan ahli waris yang dikeluarkan oleh Pengadilan Agama Ambon.

Sebab, dalam penetapan ahli waris tersebut, nama kliennya dan beberapa ahli waris tidak dimasukan. Bahkan diduga Irfan Ali telah melakukan penipuan ahli waris dengan menyebutkan bahw almarhumah ibunda dari penggugat tidak memiliki ahli waris. Padahal kliennya ini ada 6 bersaudara. Yakni 4 bersaudara dari perkawinan pertama ibu mereka dan 2 anak dari perkawinan kedua.

“Semua upaya hukum yang kita lihat dalam persoalan ini akan kita gugat semua, baik itu pidana maupun perdata. Kita cuma minta pulangkan semua hak-hak klien kami,”tandasnya.(SAD).

Comment