by

Tiga Camat SBT Dicopot, Dua ASN Terancam Dipecat

Ambon, BKA- Tiga camat di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Timur (SBT) dicopot dari jabatannya, karena melakukan pelantikan caretaker kepala desa dilingkup pemerintahannya menggunakan SK Bupati SBT, Mukti Keliobas. Padahal saat ini, SBT dipimpin oleh Pjs Bupati, sehingga SK tersebut dinyatakan tidak berlaku.

Ketiga camat yang dicopot dari jabatannya itu, yakni, Camat Bula Hadi Rumbalifar, Camat Bula Barat Ridwan Rumonin dan Camat Teluk Waru Tutiek Juliniar Firdaus Menyulu.


Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten SBT, Syarif Makmur, mengungkapkan, pencopotan ketiga camat itu dari jabatannya berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang membuktikan ketiganya terbukti melakukan pelanggaran.

“Kita sudah melakukan panggilan terhadap tiga orang camat tersebut. Dan hari ini, Selasa, 3 November (kemarin), mereka akan menghadap dan dilakukan BAP awal. Jika terbukti melakukan pelanggaran, maka sangsinya mereka dicopot dari jabatannya,” tutur Sekda SBT, Syarif Makmur, Selasa (3/11).

menurutnya, sikap ketiga camat tersebut yang telah melakukan pelantikan caretaker kepala desa telah melanggar ketentuan pemerintahan yang berlaku.

“Seharusnya ini adalah tanggungjawab Pjs Bupati SBT, Hadi Sulaiman. Bukan Berdasarkan SK Bupati Abdul Mukti Keliobas. Karena sementara ini tugas pemerintahan dijalankan oleh Penjabat Sementara,” jelas Sekda, didampingi Stafa Ahlinya Amahoru.

Sedangkan terkait dua Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat politik praktis, terang Syarif, sudah mendapatkan pemberhentian sementara dari tugas dan tanggung jawab jabatannya.

“Terkait dua ASN, Alfian dan Yusran di Dinas Pendidikan, itu hasil finalnya sesuai Surat Keputusan Pjs Bupati SBT Hadi Sulaiman, yaitu, keduanya dibebaskan sementara dari tugas dan tanggung jawab jabatannya,” katanya.

Untuk sementara, kedua ASN yang menjabat kepala seksi di lingkup Dinas Pendidikan SBT ini tengah mendapatkan pembinaan oleh Asisten I. “Dan tugas keseharian mereka dilaksanakan oleh kepala bidangnya” ungkapnya.

Jika kedua ASN ini terbukti terlibat langsung dalam politik praktis, maka sangsi beratnya akan dipecat. “Ya sangsi paling beratnya, keduanya akan dipecat,” pungkas Syarif.(BKA-2)

Comment