by

Tiga Koruptor Dana PDAM KKT Diganjar Bervariasi

beritakotaambon.com – Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Ambon, akhirnya memvonis tiga terdakwa yang dijerat dalam kasus korupsi dana penyertaan modal Perusahan Daerah Air Minum (PDAM), Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) tahun 2018.

Tiga tersangka ini antaranya, Dirut PDAM Yoksan Batlayar, Kabag Umum dan Keuangan, Yuliuas Watumlawar,dan Bendahara, Lucyana Lethulur.

Dalam amar putusan Ketua Majelis Hakim, Dirut PDAM, Yoksan Batlayar dan Yuliuas Watumlawar, divonis penjara selama 3,5 tahun penjara. Sementara bendahara, Lucyana Lethulur diganjar selama 1,5 tahun penjara.

Ketiga terdakwa dinyatakan bersalah melanggar pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999,jo UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 KUHP.

“Mengadili, menyatakan ketiga terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi, serta menjerat ketiga terdakwa dengan penjara bervariasi,” ungkap Ketua Majelis Hakim,Cristina Tetelepta dibantu dua hakim anggota lainnya dalam amar putusannya. Sementara sidang dihadiri kuasa hukum terdakwa Nelson Sianresy.

Selain pidana badan, ketiga terdakwa juga dibebankan membayar denda sebesar Rp. 200 juta subsider tiga bulan kurungan. Selain itu, terdakwa Dirut PDAM Yoksan Batlayar dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp.60 juta subsider 1 bulan. Sementara Yuliuas Watumlawar dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp.30 juta subsider 1 bulan kurungan.

Baca juga: Tanimbar Dijatahi 40 Unit Jaringan 4G

Terhadap putusan ketiga terdakwa diketahui lebih ringan daripada tuntutan jaksa penuntut umum. Awalnya, Dirut PDAMKKT, Yoksan Batlayar alias Yoka dituntut 8 tahun bui oleh Jaksa Penuntut Umum Kejari KKT dalam sidang di Pengadilan Tipikor Ambon, Kamis (19/8) pekan lalu.

Pria 64 tahun ini, dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dana penyertaan modal Perusahan Daerah Air Minum (PDAM), Kabupaten KKT,tahun 2018.

Selain Batlayeri, dua rekannya yakni Kabag umum dan keuangan, Yuliuas Watumlawar,dan bendahara, Lucyana Lethulur, juga dituntut bersalah dengan pidana penjara selama lima (5) tahun.

“Menyatakan, ketiga terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi, serta meminta kepada ketua majelis hakim agar memvonis ketiga terdakwa masing-masing, Dirut PDAM KKT, Yoksan Batlayar, pidana 8 tahun penjara. Sementara Kabag umum dan keuangan, Yuliuas Watumlawar dan Lucyana Lethulur,dituntut dengan pidana penjara selama lima (5) tahun,” ujar jaksa penuntut umum.

Ketiga terdakwa juga diancam melanggar pasal 2 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999,jo UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 KUHP.

JPU dalam berkas dakwannya menyebutkan, ketiga terdakwa ini melakukan tindak pidana korupsi dana penyertaan modal PDAM Kabupaten KKT tahun 2018 dari total dana sebesar Rp.2 miliar.

Baca juga:
Jumlah Penderita HIV/AIDS Bertambah di KKT

Namun yang telah direalisasikan dari kas perusahan sebesar Rp.1,5 milir. Dana tersebut dicairkan tiga tahap. Awalnya 27 Agustus, 1 Oktober, dan pencarian tahap tiga,11 Desember 2018.

Bahwa dari pengelolaan dana penyertaan modal tersebut, ketiga terdakwa tidak mengelola uang itu sesuai dengan peruntukannya. Dalam pencairan juga, ketiganya leluasa mencairkan dana sedangkan tidak didukung dengan bukti penggunaan dana yang sah.

Jaksa juga menyebut, ketiga terdakwa bekerjasama untuk penggunaan annggaran tersebut tidak sesuai dengan SOP di kantor PDAM Kabupaten KKT.

Ketiga terdakwa juga telah melakukan korupsi memperkara diri sendiri dan orang lain, sehingga negara mengalami kerugian keuangan negara sebesar Rp.1,808 miliar.(SAD)

Comment