by

Tiga Pembunuh Husein Suat Divonis Bervariasi

Ambon, BKA- Hakim tunggal di Pengadilan Negeri Ambon,akhirnya memvonis tiga terdakwa dalam kasus penganiayaan menyebabkan matinya Husein Suat warga kampung kisar, Pandan kasturi kecamatan Sirimau, Kota Ambon secara bervariasi, di Persidangan, Senin (15/3).

Di dalam amar putusan majelis hakim, tiga terdakwa yang masih dibawah umur ini mendapatkan hukuman yakni,terdakwa YN (16) dipenjara selama 4 tahun, sementara MOO (17) dan MK (16) divonis satu tahun enam bulan kurungan.

“Menjatuhi hukuman kepada ketiga terdakwa secara bervariasi. Menyatakan ketiga terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan menyebabkan matinya orang. Sebagaimana terbukti melanggar Pasal 338 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” ujar Hamzah Kailul dalam amar putusannya.

Pertimbangan yang meringankan, terdakwa berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, menyesali terus terang dan mengakui perbuatannya dan bersikap sopan dalam persidangan, terdakwa belum pernah dihukum dan terdakwa memiliki potensi untuk memperbaiki perilaku kearah yang lebih baik. “ Sedangkan hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat, perbuatan terdakwa membuat korban meninggal dunia, serta tidak ada persetujuan penyelesaian secara damai,” jelas hakim.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum Ego Nugroho menuntut ketiga terdakwa dengan ancaman bervariasi. Terdakwa YN dituntut penjara selama 6 tahun, sedangkan MOO (17) dan MK (16) dituntut penjara selama 4 tahun penjara.
Dalam dakwaan jaksa menyebut, tindak pidana yang dilakukan ketiga terdakwa bersama tiga rekan lainnya (Berkas terpisah), tepatnya pada Kamis 11 Februari 2021 sekitar Pukul 03.00 Wit, bertempat di atas Jembatan Merah Putih Kecamatan Teluk Ambon Kota Ambon.

Awalnya, para terdakwa bersama sejumlah saksi sedang duduk di bawah pohon seputaran LIPI, kawasan Kate-Kate, Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon. Tiba-tiba mereka melihat korban bersama rekan-rekannya melintasi depan mereka. Kemudian korban merasa para terdakwa mengeluarkan kata makian,sehingga korban tidak terima lalu bersama rekan-rekannya datang menyambangi para terdakwa dengan bertanya siapa yang keluarkan kata makian kepada mereka. Karena para terdakwa tidak terima, mereka mengejar kelompok korban sehingga terjadilah pengejaran mengunakan sepeda motor. Korban dan saksi Aswinda yang saat itu tertinggal dari rombongannya berhasil ditendang sampai terjatuh dari sepeda motor oleh terdakwa I.N alias I dan terdakwa I Erwin Nakul alias Erwin (berkas terpisah).

Seketika itu, korban langsung terjatuh.Selanjutnya terdakwa I.N alias I langsung menendang dan memukul korban sebanyak kurang lebih 10 (sepuluh) kali. Terdakwa I kemudian menikam korban dengan mengunakan pisau sebanyak satu kali di bagian tubuh belakang bagian kiri. Setelah itu, terdakwa II Bakri Mahu alias Bakri (Berkas terpisah), melakukan pemukulan mengunakan batu di bagian tubuh korban sebanyak dua kali. Sedangkan terdakwa III Rian Kaimudin alias Ian (Berkas terpisah), bersama dua terdakwa lainnya M.O.O dan M.K.T, datang bersama-sama memukul korban menggunakan kepalan tangan secara membabi buta. Akibat perbuatan para terdakwa, korban langsung meninggal dunia berdasarkan hasil Visum Et Repertum Nomor: VER/ 20/ KES.15/II/2021 Rumah Sakit tanggal 11 Februari 2021 Rumah Sakit Bhayangkara Ambon dengan kesimpulan luka-luka memar dan luka-luka lecet diakibatkan kekerasan benda tumpul, luka tusuk pada punggung belakang sebelah kiri akibat kekerasan benda tajam.(SAD)

Comment