by

Tiga Pimpinan RMS Divonis Bersalah

Ambon, BKA- Tiga pimpinan Front Kedaulatan Maluku (FKM) Republik Maluku Selatan (RMS), masing-masing, Simon Viktor Taihittu (56), Abner Litamahuputty alias Apet (44) dan Johanis Pattiasina (52), divonis bersalah melakukan tindak pidana makar.

Oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon, ketiganya divonis hukuman bervariasi.

Abner Litamahuputty alias Apet dipidana penjara selama tiga tahun, sedangkan Simon Viktor Taihittu dan Johanis Pattiasina divonis penjara selama dua tahun.

“Ketiganya terbukti bersalah melanggar pasal 110 KUHP tentang Makar,” ungkap Ketua Majelis Hakim, Ahmad Hukayat, dibantu Feliks R. Wuisan dan Jenny Tulak sebagai Hakim Anggota, dalam persidangan yang digelar di PN Ambon, Jumat (23/10).

Vonis majelis hakim ini jauh lebih ringan dibanding tuntutan JPU, yang sebelumnya menuntut terdakwa Abner Litamahuputty alias Apet dengan pidana penjara empat tahun. Sedangkan Simon Viktor Taihittu dan Johanis Pattiasina diancam tiga tahun penjara.

Menurut JPU, Augustina Ubleeuw, ketiga terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana, sebagaimana yang diatur dalam pasal 106 KUHP, pasal 110 KUHP tentang makar, serta pasal 160 KUHP tentang menghasut.

“Yang meringankan, ketiga terdakwa berlaku sopan dipersidangan. Sedangkan yang memberatkan, para terdakwa melakukan tindak pidana yang dilarang oleh undang-undang yang dianut NKRI,” ungkap JPU dalam berkas tuntutannya.

Dalam dakwaan JPU, disebutkan kalau tindak pidana yang dilakukan ketiga terdakwa yang mengaku petinggi FKM-RMS itu terjadi pada 25 April lalu. Mereka menerobos masuk ke Polda Maluku membawa bendera RMS, sekitar pukul 15.45 WIT.

Untuk diketahui, Simon Viktor Taihittu merupakan warga Batu Gajah, yang berprofesi sebagai juru bicara. Abner Litamahuputty, warga Kudamati, Lorong Rumah Tingkat, sebagai Wakil Ketua Perwakilan Tanah Air. Sementara Johanis Pattiasina, warga Kayu Tiga, Dusun Soya, Kecamatan Sirimau, yang merupakan ASN pada Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Maluku menjabat sebagai Sekretaris Perwakilan Tanah Air.(SAD).

Comment