by

Tiga Staf Pemkot Bantu Verifikasi Data CPNS

Ambon, BKA- Tiga staf Pemerintah Kota Ambon, telah dikirim untuk membantu proses verifikasi data peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Jakarta. Hal ini untuk mengantisipasi ketidaksamaan data, antara Pemerintah Pusat dengan data yang dimiliki Pemerintah Kota Ambon.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Ambon, Benny Selanno mengaku, sejak 8 Oktober 2020 lalu, sebanyak 339 peserta CPNS telah mengikuti tes secara online, di gedung SMP Negeri 2 Kota Ambon. Tes tersebut berakhir pada 10 Oktober lalu, dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Setelah itu, lanjut dia, pihaknya mengirimkan 3 staf untuk membantu proses verifikasi data CPNS di Jakarta.

“Kami sudah mengirimkan tiga staf saya diberangkatkan ke pusat, untuk membantu melakukan verifikasi data peserta CPNS yang baru saja mengikuti SKB. Untuk mengantisipasi adanya ketidaksamaan antara data daerah dan pusat,” terang Selanno, kepada wartawan di Balai kota, Rabu (21/10).

Dia meminta ratusan peserta CPNS lingkup Pemkot Ambon itu, untuk bersabar. Sebab, hasil Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang dilakukan beberapa waktu lalu, harus diperiksa dan dinilai oleh BKD Pusat.

“Jadi untuk hasilnya sementara kita harus menunggu penilaian, dengan pengelolaan dari hasil Tes Kompetensi Dasar dan SKB. Dan semua itu dibawah wewenang BKN,” bebernya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan SKB dimaksud digelar pada 10 titik. Namun setelah SKB pansel hasilnya akan digabungkan dengan hasil TKD sebelumnya. Hingga nantinya hasil tersebut akan dibagi untuk hasil akhir, guna menentukan para peserta lulus atau tidak.

“Setelah SKB, pansel akan bekerja untuk menggabungkan nilai TKD dan SKB tiap perserta. Dan hasil dari penggabungan itu akan menantikan hasil akhir nilai dari tiap peserta,” tutur dia.

Bukan itu saja, Selanno menambahkan, pihaknya tidak bisa menentukan kapan BKN pusat menyelesaikan pemeriksaan atau penilaian. Yang pasti, dalam waktu dekat hasil tersebut akan diumumkan. Sehingga diharapkan, agar pihaknya secepatnya diberikan hasil akhir tersebut dari pihak BKN.

“Inikan ada 289 kuota yang diminta. Saya harap, dari hasil penilaian nanti, seluruh kuota dapat terisi. Sehingga tidak akan ada kuota yang kosong nantinya,” harap Selanno (BKA-1).

Comment