by

Tiga Terdakwa Kasus Merkuri Terancam 1,6 Bui

beritakotaambon.com – Jaksa penuntut umum Kejari Ambon, J.W. Pattiasina, menuntut tiga pemuda yang terlibat kasus mercuri dengan pidana selama 1,6 tahun penjara, dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (18/8).

Tiga terdakwa ini masing-masing, Abdullah Mamang alias Dula (32) dan Jalil Mamang alias Delon (35),warga Dusun Tihulesi, Desa Ureng, Kecamatan Leihitu,Kabupaten Maluku Tengah dan Andika Deli alias Pao (22), warga Dusun Talaga Piru, RT.5 Rw 5, Desa Piru, Kecamatan Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Sidang tuntutan ini dipimpin ketua majelis hakim Orpa Cs, dibantu dua hakim anggota lainnya, sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Thomas Wattimury.

Di dalam amar tuntutan, JPU menyebut, ketiga terdakwa ini terbukti bersalah sebagaimana diatur dalam pasal 161 UU nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara, jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Selain pidana badan, lanjut JPU, ketiga terdakwa juga dibebankan membayar denda sebesar Rp.1 miliar, subsider tiga bulan kurungan.

JPU dalam berkas tuntutannya menyebut, penangkapan para terdakwa sejak Sabtu 6 Februari 2021, setelah petugas Ditpolairud Polda Maluku mendapat informasi dari masyarakat bahwa ketiga terdakwa sedang menggunakan long boat bermuatan mercuri dari dusun Hulung, Desa Iha, Seram Barat,hendak menuju Dusun Tihulessi untuk di jual kembali.

Mendapat informasi tersebut, petugas kemudian melakukan penyisiran di perairan laut Leihitu, sehingga berhasil menangkap ketiga terdakwa.

Saat ditangkap, petugas menemukan barang bukti jenis bahan tambang air raksa yang dikemas dalam dua cirijen, beberapa botol Oli bekas, botol air Mineral, dan dibungkus dengan karung plastik yang tidak dilengkapi dengan dokumen. Barang bukti tersebut diketahui beratnya 178 kilongram.

Dari hasil menangkapan, diketahui barang illegal ini ketiga terdakwa membelinya dari saksi Firman yang merupakan pemilik barang berbahaya itu. Akan tetapi, saaat ini saksi Firman belum ditangkap karena berhasil melarikan diri.

Usai mendengarkan tuntutan jaksa, hakim menunda sidang hingga pekan depan untuk agenda putusan majelis hakim. (SAD)

Comment