by

Tiga Tersangka KMP Marsela Akan Diperiksa

beritakotaambon.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku mengagendakan pemeriksaan terhadap tiga tersangka kasus dugaan korupsi dana penyertaan modal KMP Marsela yang dikelola PT Kalwedo di Kabupaten MBD.

Ketiga tersangka itu, yakni, LT, BTR dan JJL.

Kasi Penkum Kejati Maluku, Wahyudi Kareba, mengatakan, penyidik tengah menyiapkan surat panggilan pemeriksaan terhadap ketiganya, pasca mereka ditetapkan sebagai tersangka.

Kasi Penkum Kejati Maluku, Wahyudi Kareba

Menurutnya, bisanya dalam proses penegakan hukum, pasca penetapan tersangka, penyidik akan mempelajari lagi berkas perkara para tersangka.

“Dalam pendalaman berkas perkara itu, penyidik akan menentukan, apakah masih diperlukan pemeriksaan saksi-saksi tambahan lagi atau tidak. Biasanya seperti itu,” jelas Kareba, Selasa (3/11).

Juru bicara Kejati Maluku itu mengaku, untuk peran dan indetitas lengkap para tersangka, penyidik belum mau membeberkan ke publik, mengingat masih ada sejumlah agenda yang disiapkan untuk merampungkan berkas perkara ini.

“Menurut penyidik itu ikuti saja, yang sudah disampaikan itu akan diinformasikan lebih dalam lagi setelah berkas perkara ini dilimpahkan ke pengadilan,” tandasnya.

Baca juga:
Ahok Diminta Perhatikan Wilayah 3T

Informasi yang dihimpun BeritaKota Ambon di Kejati Maluku, tiga tersangka yang dijerat sebagai tersangka ini, yakni, Lukas Tapilouw selaku mantan Direktur PT Kalwedo tahun 2016-2017, Bili Rutuhonlori (BTR) dan Jois Lerick selaku Bendahara PT Kalwedo.

Sesuai bukti yang dikantongi penyidik sebelum menetapkan tersangka, hasil audit jumlah kerugian keuangan negara sebesar Rp 2,1 miliar atau Rp 2.122.441.652, dan juga bukti keterangan saksi-saksi.

“Berdasarkan bukti-bukti yang ada, penyidik berkesimpulan telah mengantongi dua alat bukti yang cukup, sehingga menetapkan tiga orang ini sebagai tersangka,” jelas Kasi Penkum Kejati Maluk, Wahyudi Kareba, Senin (1/11).

Kasus ini sebelumnya dilaporkan sejak tahun 2020. Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Maluku Barat Daya dipimpin Stefanus Thermas, melakukan unjuk rasa di halaman Kantor Kejati Maluku. Mereka menuntut perkara itu segera ditangani.

Baca juga: KPU MBD Gelar Dialog Terbuka Partisipasi Pemilih

Desakan disampaikan baik melalui aksi demonstrasi maupun audiens secara langsung. Sejumlah bukti tambahan untuk menguatkan kasus dugaan korupsi itu juga sudah diserahkan kepada tim penyidik. Diantaranya, Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) yang diserahkan pemerintah MBD kepada PT Kalwedo. Dananya mencapai Rp 10 miliar. Dari total dana penyertaan modal tersebut, PT. Kalwedo diketahui hanya menerima Rp 1,5 miliar, sisanya diduga diterima oleh sejumlah orang yang bekerja pada perusahaan tersebut.(SAD)

Baca juga: Kunjungi Ambon, Ahok Minta Bangun SPBU Khusus Nelayan

Comment