by

Tim Hukum Anidayanti Polisikan Irfan Ali

Setelah memasukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) ke Pengadilan Negeri Ambon, dengan melawan 19 penggugat diantaranya, Irfan Alie (63),(Tergugat 1), Ny Djasnamawi (64), (Tergugat 2), Rosma Alie (68), (Tergugat 3), Muhamad Nirma Alie (62) (tergugat 4), Muhamad Syafri Radjab (58),(Tergugat 5), Cahlilah Madjid (61), (Tergugat 6), Bob Irwan Ibrahim Abu Kasim,(83), (Tergugat 7), Janda Elma Bakri (80),(Tergugat 8), Luthfi Achmad (71) (Tergugat 9), Ridwan Masjid (68), (Tergugat 10), Zulhaida (66),(Tergugat 11), Fauzi Irawan Khary (75) (Tergugat 12), Rohany (66),(Tergugat 13), Numala Ridwan (64), (Tergugat 14), Burham Abukasim (78), (Tergugat 15), Hanafi Abu Kasim(76) (Tergugat 16), Rusdi Ambon Tergugat 17, Lidya Gosal (Tergugat 18) dan kepala Badan Pertanahan Nasional Kota Ambon selaku tergugat 19, kini penggugat Anidayanti Qamariyah Pelupessy sebagai salah satu ahli waris terhadap objek tanah dan bangunan Graha Raden Pandji yang terletak dikawasan jalan A. M. Sangadji, RT.005/ RW.004 Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, kembali melaporkan perbuatan pidana yang dilakukan Irfan Alie.

 

Roos Jeane Alfaris, Kuasa Hukum Anidayanti Qamariyah Pelupessy alias Venny, kepada Koran ini mengatakan, upaya hukum yang ditempuh dengan melaporkan perbuatan pidana terhadap Arfan Ali salah satu ahli Waris terhadap objek Graha Raden Pandji telah dilakukan.

Laporan yang dimasukan ke Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease terkait laporan dugaan pemalsuan ahli waris Graha Raden Pandji yang dilakukan Arfan Ali.
“Jadi sejak Rabu 19 Agustus 2020 kemarin, laporan pidana kita sudah masukan ke Polresta,jadi selain pidana, sebelumnya kita juga sudah gugat perdata ke Pengadilan Negeri Ambon juga,” jelas Alfaris kepada Media ini, Kamis kemarin, (29/8).

 

Dalam proses pelaporan itu, dirinya bersama tim hukum langsung mendatangi kantor Polresta yang berada di kawasan Perigi Lima, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.
“Dalam Laporan Polisi (LP) yang kita buat, langsung diterima petugas Polres Pulau Ambon atas nama Echa Atamimi pada 18 Agustus 2020 lalu, ” ujar Alfaris.

Alfaris mengaku, dalam laporan itu dijelaskan kliennya beserta tiga orang saudaranya merupakan anak kandung dari almarhumah Erna Namira Alie, yang adalah saudara kandung dari Irfan Ali. Dan keduanya merupakan ahli waris Graha Raden Pandji. Dengan demikian kliennya dan saudara saudaranya merupakan ahli waris Graha Raden Pandji.
Namun diduga dengan niat jahat, Irfan Ali dan beberapa ahli waris lainnya sengaja menghilangkan nama Venny Pelupessy dan saudara saudaranya sebagai ahli waris. Dan penghilangan nama Venny dan saudara saudaranya itu dilakukan Irfan Ali pada dokumen negara penetapan ahli waris ynag dikeluarkan oleh Pengadilan Agama Ambon.
“Dengan berbekal penetapan ahli waris yang mana nama Anidayanti Qamariyah Pelupessy alias Venny dan saudara saudaranya diduga sengaja dihilangkan oleh Irfan Ali itu. Irfan Ali lantas melakukan transaksi jual beli tanah Graha Raden Pandji dengan Rusdi Ambon, ” terang Alfaris.

Atas perbuatan yang diduga sengaja menghilangkan nama nama ahli waris pada surat penetapan ahli waris. Dan perbuatan tersebut merupakan tindak pidana, maka kliennya secara resmi melaporkan Irfan Ali ke polisi.
“Pokok perkaranya adalah penghilangan nama pada surat penetapan ahli waris yang telah dikeluarkan di Pengadilan Agama Ambon, makanya kita layangkan laporan pidana tersebut. Saya percaya pak Kapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease bersama anggota secepatnya melakukan penyelidikan terhadap laporan ini,” Tandas Roos Jeane Alfaris. (SAD)

 

Comment