by

Tim Tabur Kejaksaan Amankan Satu Buron Koruptor

Ambon, BKA- Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Agung bersama Tim tabur Kejati Maluku berhasil mengamankan buronan tindak pidana korupsi atas nama Oang Onggianto Andreas.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengungkapkan, terpidana Ang Anggianto Andreas diamankan gabungan tim tabur Kejagung dan Kejati Maluku di Royal Apartement Lantai 26 Kamar 03 Kota Makassar, Sulawesi Selatan Selasa (9/3).

Menurut Simanjuntak, terpidana 39 tahun, warga Jalan Said Perintah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Provinsi Maluku ini,diamankan berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 1713 K/Pid.Sus/2013 tanggal 15 Januari 2014.

“Terpidana Ong Onggianto Andreas dijatuhi pidana penjara selama lima tahun serta dihukum membayar denda sebesar Rp. 300.000.000 juta subsidiair enam bulan kurungan dan dihukum membayar uang pengganti Rp. 516.050.000 (lima ratus enam belas juta lima puluh ribu rupiah) subsidiair 1 bulan kurungan penjara,” ujarnya, Selasa (9/3).

Simanjuntak mengaku, terpidana terlibat kasus korupsi karena selaku Direktur CV. Aneka bersama dengan Samuel Kololu yang saat itu menjabat Kepala Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Maluku dan Hanny Samallo sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), telah membuat dan menandatangani Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) fiktif tahun 2010 di BLK Maluku untuk kegiatan yang belum tercantum dalam DIPA.

“Bahwa SPMK kegiatan pengadaan obat dan pembekalan Kesehatan, peralatan Laboratorium dan peralatan pemeriksaan Napza pada Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Maluku yang dibiayai APBD Tahun Anggaran 2010 telah diajukan oleh Terdakwa untuk jaminan kredit di Bank Maluku.

Setelah kredit cair ternyata tidak bisa dibayar karena pekerjaan sebagaimana tercantum dalam SPMK tidak ada, dan akibat perbuatan terpidana telah merugikan keuangan daerah sebesar Rp. 2.250.000.000,- (dua milyar dua ratus lima puluh juta rupiah),” tandasnya.

Juru bicara Jaksa Agung Muda ini menambahkan, melalui program Tabur, Kejaksaan menghimbau kepada seluruh Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan.”Tidak tempat yang aman bagi para DPO, untuk itu diminta supaya menyerahkan diri kepada kejaksaan,” tandasnya.
(SAD)

Comment