by

Tim Terpadu MBD Sidak Produk Kadaluarsa

Ambon, BKA- Bertepatan dengan bulan suci Ramadhan serta Jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah (2021), Tim Terpadu Kabupaten Maluku Barat (MBD) melakukan inspeksi dadakan (Sidak) pada toko-toko, kios serta pasar rakyat yang berada di wilayah Tiakur, MBD.

Tim Terpadu yang terdiri dari Kesbangpol dan tim teknis, Dinas PerindagKop, Dinas Kesehatan beserta Tim Inflasi Daerah dalam hal ini EKSD, kemudian Komunitas Intelejen Daerah TNI/Polri, Satpol PP MBD dan Bagian Sabara Polres MBD melaksanakan kegiatan sidak, yang merupakan bagian dari operasi Penertiban Niaga Perlindungan Konsumen berlangsung.

Sekretaris Kesbangpol MBD, Arestoules. J. Ezauw mengatakan, Tim Terpadu terbagi atas tiga tim sesuai dengan pembagian wilayah kerjanya yakni Kota Tiakur,Desa Wakarleli,Desa Kaiwatu Pasar Rakyat Tiakur. Agar dalam penindakan lebih mudah terjangkau serta lebih teliti khususnya untuk pengecekan produk kadaluarsa yang masih diperdagangkan.

“Setelah dilepas oleh assiten II Setda MbD, Jhon Kay di Kantor Bupati. Tim terpadu kemudian membagi ke tiga tim kecil agar dalam pelaksanaan sidak, tim dapat bekerja optimal. Khususnya untuk mengecek produk kadaluarsa, yang secara sengaja masih diperdagangkan. Mengingat operasi ini hanya berlangsung satu hari, sementara jumlah toko dan kios cukup banyak,” ungkapnya, kepada wartawan, Selasa (20/4).

Dari hasil sidak tersebut, beber dia, Tim Terpadu mendapati beberapa toko yang masih menjual produk expayer baik makanan,minuman, kosmetik serta harga barang tidak stabil. Atas temuan tersebut, tim kemudian mengamankan produk-produk tersebut, kurang lebih tiga mini truk untuk diamankan di kantor Dinas Perindagkop MBD.
“Peredaran produk kadarluasa tentu sangat membahayan kesehatan masyarakat. Apalagi jumlah yang kami sita saat ini cukup banyak. Karena itu untuk memberi efek jera bagi para pedagang dalam operasi kali ini. Kita hanya memberikan teguran lisan bagi pelaku usaha yang dengan sengaja memperdagangkan produk-produk expayer. Namun kedepan kita akan tindak tegas pelaku usaha sesuai dengan aturan yang berlaku, jika masih mendapati adanya pejualan produk kadaluarsa,” tegasnya.

Alasan masih beredarnya produk kadaluarsa, sebutnya, karena barang yang terdistribusi ke MBD dari daerah lain, juga telah mendekati tanggal batas pengunaan. Sehingga para pedagang dengan terpaksa menjual produk-produk tersebut, kendati telah melewati batas tanggal penggunaan.
Ia menambahkan, pelaksanaan sidak tersebut juga berdasarkan keluhan masyarakat atas tingginya harga barang di beberapa toko maupun kios-kios. Padahal jumlah stok barang di kabupaten MBD masih tercukupi hingga enam bulan mendatang.

Dan untuk mencegah tindakan oknum pedagang yang sengaja menaikan harga barang secara sepihak, pemerintah daerah kemudian berinisiatif untuk membentuk satu tim khusus, yang akan bergerak secara rutin. Guna menjaga kestabilitasan harga barang, serta terlebih khsusus pada peredaran produk makanan dan minuman yang sudah kadarluasa atau expayer di kabupaten MBD.
Menyikapi persoalan itu, Pemkab MBD nantinya akan lebih meningkatkan pengawasan terhadap barang yang masuk dari luar daerah. Sebelum nantinya diperdagangkan oleh pelaku-pelaku usaha. Dan operasi tersebut akan dilakukan rutin setiap tahun, guna menjaga stabilitas harga serta kelayakan produk yang beredar di kabupaten MBD, agar terjamin dengan baik. (GEM)

Comment