by

Timsel : Mahasiswa MBD Sudah Terima Bantuan 1,8 Juta

Ambon, BKA- Ketua Tim seleksi (Timsel) Penerima Bantuan Biaya Hidup Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Oyang Philipus mengatakan, mahasiswa asal MBD yang lulus seleksi sudah menerima bantuan. Total bantuan sebesar Rp 1,8 juta itu diterima secara bertahap selama 3 bulan, yakni Oktober-Desember 2020 lalu.

“Bantuan biaya hidup itu diberikan Pemkab MBD ke mahasiswa asal MBD selama masa pandemi Covid-19, agar tetap bertahan untuk kuliah. Nah, untuk menghindari adanya tindakan-tindakan yang dapat merugikan mahasiswa penerima, maka bantuan ditransfer langsung dari rekening kas daerah ke rekening mahasiswa penerima bantuan selama 3 bulan. Masing-masing menerima 600 ribu per bulan,” ucap Philipus, kepada koran ini, Jumat (16/4)

Dikatakan, jika ada mahasiswa yang belum menerima bantuan, itu berarti nomor rekeningnya bermasalah. Dan jika ada mahasiswa yang belum menerima bantuan hingga Rp 1.800.000 atau ingin mengetahui berapa jumlah bantuan yang sudah tersalurkan, dipersilahkan melapor ke pihak bank atau tim seleksi. Dengan membawa hasil print out buku rekening untuk dikroscek kembali.

“Bantuan ini tidak berkaitan dengan Gugus Tugas, karena dilaksanakan oleh panitia seleksi lintas OPD Pemkab MBD. Yang mana sejak pengumuman pemberian bantuan, telah disampaikan bahwa proses ini dilakukan oleh pansel pemberian bantuan biaya hidup bagi mahasiswa terdampak pandemi Covid-19,” terangnya.

Dia memastikan, akan mengajukan komplain kepada pihak BRI, jika kedapatan ada mahasiswa penerima yang tidak menerima bantuan hinggal Rp 1.800.000. Pasalnya, berbagai langkah telah dilakukan untuk memastikan bantuan biaya hidup itu dirasakan mahasiswa penerima bantuan.
“Karena itu kita minta, kalau ada yang merasa belum menerima bantuan secara full, silahkan print out buku rekeningnya dan laporkan ke bank BRI. Atau langsung ke pansel untuk kita proses,” tandasnya.
Ia menambahkan, hal ini penting disampaikan, karena sudah banyak mahasiswa yang mengajukan. Namun ketika diminta menunjukan rekening koran atau print out buku rekeningnya, justru tertera jelas ada kekeliruan. “Bahwa mereka dengan ketidak tahuannya telah keliru. Sebab seluruh bantuan biaya hidupnya sudah ditransfer,” tutup Philipus. (LAM)

Comment