by

Tindak Kriminal Turun di 2020

Ambon, BKA- Perkembangan situasi Kamtibmas disepanjang tahun 2020 di jajaran wilayah hukum Polda Maluku lebih baik, dibanding 2019 lalu.

Kapolda Maluku, Irjen Refdi Andri, mengungkapkan, pada 2019 lalu, angka kriminalitas yang terjadi berjumlah 4.150 kasus. Jumlah itu turun pada 2020 menjadi 3.437 kasus.

“Secara presentasi mengalami penurunan hingga 17 persen,” ungkap Kapolda, dalam keterangan pers akhir tahun di Rupatama Polda Maluku, pekan kemarin.

Penurunan kasus terlihat dihampir seluruh jenis kejahatan. Untuk kejahatan konvesional, pada 2019 terdapat 3.925 kasus. Sementara di 2020 sebanyak 3.244 kasus.

Untuk kasus kejahatan trans nasional juga mengalami penurunan. Pada 2019 terdapat sebanyak 185 kasus, sedangkan 2020 hanya 181 kasus.

Khusus untuk kejahatan yang merugikan kekayaan negara, pada 2019 lalu terdapat sebanyak 39 kasus. Sedangkan di 2020, hanya terdapat 5 kasus.

“Kejahatan konvesional terbanyak di tahun 2020. Kasus terbanyak terjadi adalah penganiayaan, yakni, 824 kasus. Selanjutnya pencurian 579 kasus, kekerasan bersama 339 kasus, perlindungan anak 233 kasus, KDRT 137 kasus, dan persetubuhan anak dibawah umur 87 kasus,” jelasnya.

Sementara untuk kasus narkoba, mengalami kenaikan pada 2020 dibdanding 2019 lalu. “Pada tahun 2019 sebanyak 122 kasus, dan di 2020 naik menjadi 143 kasus,” sebut Kapolda.

Jenis kasus yang turun lagi pada 2020, yakni, perdagangan orang atau traficing in person. Pada 2019 ditemukan tiga kasus, sementara di 2020 tidak ada kasus. Sedangkan untuk kejahatan dunia maya atau cyber crime dari 54 kasus di 2019, turun di 2020 menjadi 38 kasus.

Sedangkan untuk kasus pencucian uang di tahun 2019 ditemukan 2 kasus, jumlahnya turun pada 2020 menjadi hanya satu kasus. “Kasus ini turun dibandingkan tahun 2019 lalu,” paparnya.

Sedangkan untuk data Laka lantas, pada tahun 2020 naik dibandingkan 2019 lalu. “Pada tahun 2019 sebanyak 327 kejadian, sedangkan di 2020 sebanyak 335 kejadian. Data ini naik dibandingkan tahun 2019 lalu,” pungkas Kapolda.(SAD).

Comment