by

Tingkatkan Mutu Pendidikan Lewat DAK Fisik

Ambon, BKA- Upaya meningkatkan mutu pendidikan di Maluku, tidak hanya terfokus pada pencapaian kualitas akademik. Tetapi juga terkait dengan arah kebijakan Dana Alokasi Kusus (DAK), tahun anggaran 2020. Demikian disampaikan Kepala Disdikbud Maluku, Insun Sangadji, Selasa (10/11).

Pernyataan yang disampaikan saat membuka Rakor DAK Fisik Pembinaan SMA tahap II tahun anggaran 2020 ini, dinilai butuh kerjasama satuan pendidikan terkhusus tingkat SMA. Yakni dapat bekerja sungguh-sungguh dan proaktif terhadap seluruh bantuan DAK Fisik pembangunan dan rehabilitasi yang telah diberikan. Terutama sarana, daya tampung yang memadai guna meningkatkan mutu pendidikan di Maluku.

Dijelaskan, rakor tersebut bertujuan untuk menyamakan prosesi dan progress, pekerjaan DAK fisik pembangunan rehabiltiasi dan pengadaan tahun 2020. Diantaranya program pemenuhan sarana dan prasarana SMA tahun 2021, serta program peningkatan kualitas pembelajaran di era pandemik Covid 19.

Menurut Insun, kebijakan DAK Fisik tersebut untuk meningkatkan kualitas SDM sekaligus IPM, melalui perbaikan kualitas kesehatan, dan pendidikan, melakukan konvergensi pendanaan, DAK Fisik, DAK Non Fisik, serta dana desa (DD). Guna pengentasan stunting, program Indonesia bersih dan sehat.

“Hal ini juga untuk penguatan kebijakan afirmasi DAK Fisik guna mengejar ketertinggalan, kuantitas dan kualitas. Kemudian layanan publik, infrastruktur, konektivitas, daerah tertinggal, kawasan perbatasan, kawasan transmigrasi serta pulau-pulau kecil terluar,” tandas Ingsun.

Sebelumnya Ketua panitia, F. Kastanya menjelaskan, Rakor DAK Fisik TA 2020 ini, mengacu pada protokol kesehatan. Yakni harus cuci tangan, pakai masker, jaga jarak. Karena peserta seluruhnya kepala kepala SMA dari 11 kabupaten/kota, sebanyak 226 orang dan dibagi dalam 3 grup.

Yang terdiri dari kabupaten Maluku Tengah 61 orang, Seram Bagian Barat (SBB) 36 orang, Buru 13 orang, Seram Bagian Timur (SBT )17 orang, Buru Selatan 8 orang, Kota Tual 11 orang, Maluku Tenggara 12 orang, Kabupaten kepulauan Tanimbar (KKT) 19 orang, Kepulauan Aru 8 orang, Maluku Barat Daya (MBD) 16 orang, serta Kota Ambon 19 orang. Dengan biaya yang bersumber dari DIPA Pembinaan SMA tahun 2020. (RHM)

Comment