by

Titi 51 Dilapor Lakukan Pencemaran Nama Baik

Ambon, BKA- John Tuhuteru alias Titi 51 pemilik CV Gema Rejeki dilaporkan ke pihak kepolisian, terkait pencemaran nama baik.

Laporan itu disampaikan Leonora Lisapaly, beberapa waktu lalu, sebagai respon terhadap laporan Polisi yang dilayangkan Titi 51 kepadanya, untuk segera melunasi hutang almarhun suaminya sebesar Rp 2 miliar lebih.

Terhadap laporan pencemaran nama baik yang dilayangkan Leonora Lisapaly, Roos Jeane Alfaris selaku kuasa hukum John Tuhuteru alias Titi 51, mengatakan, siap untuk mendampingi kliennya untuk menghadapi laporan tersebut.
Bahkan Alfaris mengatakan, seharusnya Leonora Lisapaly mengerti dan tahu, kalau dirinya mempunyai hutang miliaran rupiah melalui almarhum suaminya di kliennya.

“Kami menghargai, bahwa dimata hukum kita semua sama. Dan silahkan saja melapor. Namun yang jelas, kami telah siap untuk menghadapi laporan polisi yang dilayangkan oleh Leonora Lisapaly, karena suami Lisapaly itu punya hutang ke klien saya,” tegas Alfaris, Rabu (20/1).

Seharusnya, lanjut Alfaris, Lisapaly mengetahui lebih jauh makna dari pasal 317 junto pasal 318 KUHPidana. Mengapa, karena laporan yang dilayangkan pihaknya bersama kliennya bukan merupakan laporan palsu, sebagaimana pengakuan Lisapaly.

“Laporan yang kami layangkan di polisi itu bukan laporan palsu. Hal itu kami lakukan karena tidak ada etikad baik dari suami Leonora Lisapoly untuk membayar hutang kepada Titi 51,” jelasnya.

Alfaris mengatakan, Leonora Lisapaly sendiri pernah menemui kliennya, guna menanyakan berapa besar hutang suaminya.

Lantaran pada pertemuan tersebut tidak ada kesepakatan terkait besar hutang Leonora Lisapoly bersama suaminya, maka pertemuan itu tidak menghasilkan kesepakatan. Sehingga hutang itu belum terbayar hingga sekarang.

“Beberapa kali kliennya telah menagih hutang tersebut, namun tidak pernah dibayarkan oleh Leonora. Sehingga akhirnya Titi 51 menempuh jalur hukum, melaporkan Leonora ke polisi. Dengan demikian, laporan yang dilayangkan Titi 51 itu bukan palsu dan tidak menyerang nama baik Leonora. Lantaran Leonora Lisapaly sendiri sudah mengakui adanya hutang piutang antara suaminya dan Titi 51,” jelasnya.

Dia menambahkan, tujuan dari laporan kliennya itu, agar Leonora Lisapoly segera melunasi hutang suaminya. Tidak bermaksud lain daripada itu.

“Saya perlu tegasnya lagi, bahwa tidak ada laporan palsu yang kami buat sebagaimana yang dituduhkan Leonora Lisapoly,” bebernya.

Dengan demikian, tambah Alfaris, Leonora Lisapaly selaku pelapor harus dapat membuktikan adanya pencemaran nama baiknya yang dilakukan oleh Titi 51.Selain itu, dia juga harus membayar hutang suaminya kepada Titi.

Terhadap laporan itu, Titi 51 bermaksud untuk melakukan laporan balik terhadap Leonora Lisapaly, terkait sangkaan penipuan. Lantaran Leonora pernah mengatakan, telah membayar hutang suaminya kepada Titi 51, yang dilakukan dengan cara mentransfer ke nomor rekening milik istri Titi 51.

Ternyata Leonora tidak dapat membuktikan hal tersebut didepan persidangan. Karena memang perkara ini juga tengah disidangkan secara perdata di Pengadilan Negeri Piru.

“Diduga, laporan Polisi yang dilayangkan Leonora Lisapaly ini adalah modus dari yang bersangkutan, agar persoalan hutang piutang antara almarhum suami Leonora Lisapaly dengan klien saya Titi 51 tidak perlu lagi dibayar oleh Leonora,” pungkasnya.(SAD).

Comment