by

TNI-Polri di Aru Harus Netral Amankan Pilkada

Ambon, BKA- Seluruh TNI yang bertugas di kepulauan Aru, diingatkan untuk tetap bersikap netral dan bersinergi bersama pihak Polri dalam mengamankan Pilkada serentak 9 Desember 2020 di Kepulauan Aru. Serta diminta selalu membantu Pemerintah Kabupaten Aru dalam memutus mata rantai Covid-19.

Hal ini disampaikan, Pangdam XVI/Pattimura, Mayor Jenderal TNI Agus Rohman, saat melakukan kunjungan kerja (kunker) perdananya di Kepulauan Aru, Senin (30/11).

Rilis yang diterima koran ini, kunjungan Pangdam beserta rombongan disambut Forkopimda Kabupaten Kepulauan Aru dan Dansat TNI/Polri di Viproom Bandara Rargwamar sekira pukul 11.30 WIT dengan pesawat CN – 235 Koopsau III.

Setelah itu, Pangdam dan Ketua Persit KCK PD XVI/Pattimura beserta rombongan, mengikuti prosesi adat oleh Tua Adat Pulau Wamar, Yohanis Kobrua dilanjutkan Penyematan Bunga oleh Putra-Putri Koramil 1503-03/Dobo, serta mengikuti protokoler kesehatan (Prokes) Covid-19.

Setelah itu, Pangdam dan rombongan bergerak menuju Kompi Senapan E Yonif 734/SNS Brigif 27/Nusa Ina, untuk memberikan pengarahan kepada Prajurit TNI dan Polri se-Kabupaten Kepulauan Aru. Dengan tema “Satukan Kekuatan Untuk Meraih Sukses Demi Tercapainya Kabupaten Kepulauan Aru yang Aman, Damai dan Sejahtera”.

Dalam amanatnya, Pangdam menekankan, bahwa untuk menghadapi Pilkada serentak di wilayah Kepulauan Aru, maka seluruh prajurit tidak boleh ikut-ikutan berpihak. Yakni harus bersikap netral dan mengamankan Pilkada serentak 2020.

“Saya tekankan, untuk seluruh prajurit jangan ada yang ikut ikut. Kalian harus bersikap netral dan mengamankan pilkada serentak, dengan senergitas TNI Polri di Kabupaten Kepulauan Aru. Kita dijadikan benteng terdepan untuk melindungi rakyat, maka dari itu kita jaga bersama wilayah kerja,” pesan Pangdam.

Menurutnya, disamping tugas yang dikerjakan, jangan lupa untuk senantiasa berdoa kepada sang pencipta. “Perlu diketahui bersama, bahwa kekuatan doa sungguh dahsyat untuk melancarkan tugas kita kedepan dengan lancar, dan akan tercapai apa yang kita inginkan,” ucapnya.

Dikatakan, pandemi Covid-19 hingga saat ini masih mengancam wilayah Maluku dan Maluku Utara, termasuk Kepulauan Aru. Dimana dampaknya sangat luar biasa, terhadap kehidupan masyarakat khususnya pada sektor ekonomi yang semakin terpuruk, meningkatnya pengangguran dan permasalahan sosial lainnya.

Sehingga perlu berusaha ekstra dengan menyatukan kekuatan bersama pemerintah daerah, polri dan seluruh komponen bangsa. Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan melakukan pendisiplinan protokol kesehatan bagi masyarakat.

“Berkaitan dengan perkembangan situasi Covid -19 untuk TNI Polri, selalu menjaga sinergitas dimanapun berada. Karena kita adalah benteng terakhir dari negeri ini. Undang-undang TNI adalah untuk menjaga kedaulatan negara dan melindungi segenap bangsa Indonesia. Dan jangan dianggap sepele masalah ini,” tegasnya.

Dikatakan, sebagai seorang prajurit Kodam XVI/Pattimura, agar senantiasa mempedomani serta mengamalkan 8 wajib TNI dalam kehidupan sehari-hari di tengah kehidupan modern saat ini. Dimana akses komunikasi memudahkan untuk menerima segala informasi. Baik yang positif maupun yang belum dapat dikonfirmasi kebenarannya atau hoaks.

“Setiap prajurit jangan mudah terpancing isu-isu hoaks yang bersifat provokatif. Selalu kroscek kebenaran berita yang kita terima dan lebih baik berdiam dan tidak menanggapi setiap informasi yang belum kita dapat pastikan kebenarannya. Jangan justru malah menyebarkannya, sehingga secara tidak langsung kita telah menyebarkan berita hoaks,” pungkasnya.

Pangdam juga mengajak seluruh prajuritnya beserta pihak kepolisian di wilayah Kepulauan Aru, untuk berusaha memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat. Agar dapat bekerja sama guna memutuskan wabah Covid-19 di Indonesia, khususnya wilayah Kepulauan Aru.

“Saya punya visi untuk menyatukan kekuatan untuk meraih kesuksesan. Satu tujuan agar Indonesia bisa lebih aman dan nyaman. Marilah kita ciptakan masyarakat yang tentram, nyaman dan ketenangan agar masyarakat juga bisa membantu kita menjaga kenyaman NKRI,” pintanya.

Setelah itu, Pangdam beserta rombongan juga melakukan silahturahmi dan tatap muka dengan Komisioner KPU dan Bawaslu Kabupaten Kepulauan Aru. Kunjungan itu disambut Ketua KPU dan Ketua Bawaslu Kepulauan Aru.

Dalam sambutannya, Pangdam mengatakan, salah satu tugas yang diberikan oleh panglima TNI kepadanya selaku Panglima Komando Operasi Pengamanan Pilkada, maka telah dilakukan rapat bersama untuk turut mensukseskan jalannya pesta demokrasi.

“Siapaun yang terpilih, itu merupakan pimpinan masyarakat kepulauan Aru ke depannya. Silahkan masyarakat, kami disini ingin membantu melancarkan tugas negara dengan nanti dia (Paslon) akan terpilih, harus berlaku adil dan sebagainya. Tapi tidak tebang pilih, kalau orang ini bukan simpatisan/pendukung yang memenangkan saya menjadi bupati. Baiknya masyarakat disini tidak ada paksaan dan tidak ada tekanan, mari masyarakat memilih dengan cerdas,” himbaunya. (Pendam 16)

Comment