by

Togel Kembali Marak di Aru

Ambon, BKA- Proses penanganan judi di Kabupaten Kepulauan Aru, kembali kendor dan terkesan tebang pilih. Aparat penegak hukum di Kepulauan Aru ini terkesan membiarkan judi togel berkembang di daerah penghasil Mutiara itu.

Kendati judi dilarang baik dari agama, adat maupun hukum, namun tak pernah ada penanganan yang jelas terhadap penyakit masyarakat yang satu ini. Polda Maluku kala itu dibawa Komando Irjen Pol, Baharudin Djafar beberapa bulan lalu, dengan tegas mengatakan permainan judi togel (toto gelap) menjadi prioritas utama Polda Maluku untuk membasmi judi.

Namun seiring berjalannya waktu, instruksi tersebut mulai kendor. Jajarannya, terlihat tidak tegas dalam membasmi judi togel.
Pantauan koran ini, hal itu bisa terlihat di Dobo. Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Aru seakan menjadi sentral perjudian di Maluku. Pasalnya, para aktor judi sering menjadikan Kepulauan Aru sebagai tempat untuk mengembangkan usaha judi seperti togel hingga sabung ayam.

Menyikapi carut marut penanganan judi di Kepuluan Aru, Praktisi Hukum Fidel Angwarmasse kepada koran ini mengatakan, perjudian di Kepulauan Aru bukan lagi barang tabu (rahasia). Karena permainannya secara terang-terangan dilakukan. Dan peminatnya pun dari anak-anak hingga orang dewasa, baik itu PNS maupun aparat penegak hukum sendiri.

“Judi di Aru itu kan tidak rahasia lagi, permaianannya secara terang-terangan. Anak-anak, orang dewasa mulai dari PNS hingga aparat penegak hukum pun main koq,” sebutnya.

Menurut Fidel, jika ada dugaan aparat penegak hukum yang ikut terlibat dalam permainan judi, maka masyarakat juga akan bebas. Karena aparat penegak hukum semestinya menjadi panutan dalam menegakkan aturan sesuai Undang-Undang.
Dan aparat adalah spion dalam menjalankan hukum. Dan kalau aparat penegak hukum lengah, maka hukum akan dinggap tak bertaring. Dirinya juga menyentil tentang instruksi Kapolda yang sebelumnya kepada jajaran Polda Maluku untuk memberantas perjudian di daerah raja-raja, sehingga tak terkesan pandang bulu.

“Kalau kayak gini kan publik menilai hukum lemah. Hukum tak punya taring. Ya, siapa dalangnya sehingga hukum dianggap lemah ? Aparat penegak hukumlah kan. Jadi instruksi Kapolda itu sudah jelas makanya harus dijalankan,” harap fidel
Ia juga berharap, dalam penanganan hukum aparat penegak hukum bisa lebih serius, dalam hal ini Polres Kepulauan Aru, agar dapat menuntaskan kasus-kasus perjudian di Kepulauan Aru, baik itu togel maupun sabung ayam.

“Saya harap Polres Kepuluan Aru tegas. Para aktor dan siapa dalang dibalik maraknya judi di Aru, harus ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Undang-undang yang mengaturnya sudah cukup jelas. Jadi harus dijalankan, sehingga hukum tidak di anggap tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, tanggal 26 Agustus 2020, melalui Polres Kepulauan Aru telah meringkus empat pelaku togel di Dok, Kelurahan Galay Dubu, Kecamatan Pulau-pulau Aru. Alhasil, keempat pelaku berinisyal JG, EG, JM, dan YY kini sedang dalam proses hukum. Mereka berempat dijerat dengan pasal 303 KUHAP ayat 1 ke 2 dan ke tiga dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Menyikapi, fenomena judi di Kepulauan Aru itu, sejumlah tokoh masyarakat setempat pun angkat bicara. Mereka ramai-ramai mengecam maraknya judi di daerah itu. Salah satunya Thomas Benamem. Pria pemerhati pendidikan itu kepada awak media, Senin (21/9) mengatakan, sangat resah dengan sikap Polres Kepulauan Aru yang hanya bisa meringkus bandar kecil. Sementara bandar besar dibiarkan terus beroperasi. (WAL)

Comment