by

Toisuta Sambangi Warga Binaan Perempuan

Ambon, BKA- Jalin silaturahmi di bulan suci Ramadhan 1442 H (2021), Ketua DPRD Kota Ambon, Elly Toisuta menyambangi warga binaan di Pemasyarakatan Lapas Perempuan Kelas III Ambon, Selasa (4/5).

Dalam kunjungan tersebut, Toisuta juga menerima sejumlah aspirasi yang disampaikan warga binaan. Salah satunya mendorong hasil kerajinan tangan maupun olahan produk makanan untuk bisa dipasarkan di sejumlah pasar modern yang ada di Kota Ambon.
Adapun beberapa aspirasi lainnya yang disampaikan warga binaan diantaranya, pembuatan eKTP yang telah hilang, pengadaan alat tenun dan batik, kartu BPJS kesehatan dan sebagainya.

“Saya bersyukur dengan kunjungan ini bisa melihat saudara-saudara saya. Dan banyak masukan aspirasi tentunya merupakan bagian yang harus direspon. Apapun, mereka adalah warga kota Ambon yang harus diperhatikan. Dan perhatian khusus selaku wakil rakyat, untuk alat tenun dan lainnya itu akan kita kawal permintaan mereka. Dan sarana prasaran juga menjadi perhatian kita,” terang Toisuta, kepada wartawan.

Ketua PDK Kosgoro 1957 Maluku ini juga mensupport berbagai kreativitas yang dilakukan para warga binaan di Lapas Perempuan Kelas III Ambon itu. Dimana dari berbagai kerajinan serta olahan produk makanan dapat didorong untuk bisa dipasarkan sebagai produk lokal kota Ambon.
“Soal kerajinan saya apresiasi sungguh, karena para ibu-ibu warga binaan ini tidak hanya menghabiskan waktu duduk diam saja. Tetapi memanfaatkan waktu yang ada untuk membuat berbagai kerajinan tangan. Dan hasilnya membanggakan dan akan kita dorong agar bisa dipasarkan di Indomaret, Alfamidi dan lainnya. Sehingga hasilnya itu juga bisa dimanfaatkan oleh para warga binaan disini (Lapas Perempuan),” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas III Ambon, Ellen M. Risakotta menambahkan, kunjungan silaturahmi Ketua DPRD Ambon sangat membantu warga binaan berjumlah 59 orang itu.

“Ini salah kedatangan luar biasa dari Ibu Ketua DPRD ke Lapas Perempuan. Dimana warga binaan bisa menyuarakan segala permasalahan secara transparan. Dan saya apresiasi, bahwa aspirasi dari warga binaan bisa didengar dan ditanggapi oleh ibu Ketua DPRD,” ucap Risakotta.

Terkait sarana dan prasarana yang masih banyak kekurangan, akui dia, akan terus diupayakan. Salah satunya balai pelatihan bagi warga binaan. Sehingga seluruhnya bisa punya ketrampilan khusus dalam membuat berbagai kerajinan dan lainnya lewat kerjasama dengan sejumlah instansi yang ada.

“Soal sarana prasarana, kami akui karena baru dua tahun Lapas perempuan ini berdiri. Memang untuk alat fisik produksi masih manual dan sudah disiapkan balai juga. Kita akan terus upayakan lewat kerjasam dengan semua stakeholder yang ada. Sehingga terkesan hasil produksi yang dihasilkan warga binaan disini bisa seperti hasil pabrikan. Dan kita akan terus bina mereka agar ketika mereka keluar, bisa dimanfaatkan da diterima masyarakat,” harapnya. (UPE).

Comment