by

Tour Religi Kemenag Malteng di Banda

Ambon, BKA- Kementerian Agama (Kemenag) Maluku Tengah (Malteng) dibawa kepimpinan, Hanafi Rumatiga, menggelar Tour Religi dengan melibatkan 317 peserta, yang terdiri dari seluruh Kepala Madrasah, KUA, Pengurus DWP dan ASN pada Kemenag Maluku Tenggara (Malra).

Dibawa sorotan tema “Untuk Membangun Moderasi Beragama dari Malteng Untuk Indonesia” Tour Religi Kemenag Malteng tahun 2020 itu dipusatkan di Kecamatan Banda, yang berlangsung sejak 11 hingga 15 November, kemarin.


Lewat tour itu, juga dilaksanakan program rapat koordinasi Kepala KUA se-Kabupaten Malteng yang dilaksanakan diatas KM Sabuk Nusantara 106, pada hari pertama.

Seperti yang diutarakan Kepala Kemenag Malteng, Hanafi Rumatiga, pada rilisnya yang diterima Berita Kota Ambon, Minggu(15/11), mengatakan, tujuan pelaksanaan Tour Religi tersebut yakni ingin mengimplementasikan berbagai program Kemenag dalam bentuk pembinaan keagamaan kepada masyarakat, sekaligus menggali dan memperkenalkan situs-situs sejarah Islam di Negeri Banda kepada peserta Tour Religi.


Selain rakor, juga dilaksanakan Wisuda Tahfidz Alquran bagi siswa MIN 6 Malteng, yang dipusatkan di Pulau Rhun. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan menyapu sekat, yaitu, dengan menyapa umat secara dekat yang dipusatkan di Pulau Ai, yang bertujuan menemui umat Kristiani di pulau tersebut, seraya memberikan bantuan kitab suci dan anggaran operasional untuk jemaat GPM Pulau Ai.

Dihari ketiga Tour Religi, rombongan Kemenag Malteng juga menjalankan program Sajadah Sutra, dengan sasaran agar ada semangat jalani dakwah di waktu subuh yang tentram.


“Ini dimaksudkan untuk memakmurkan masjid dengan sholat berjamaah dan pembinaan umat diwaktu subuh,” terang Rumatiga.

Program dilanjutkan dengan agenda Bakumpul Bacarita Madrasah (BBM), yang dikemas dalam bentuk rakor kepala Madrasah, untuk membicarakan berbagai permasalahan yang dihadapi madrasah dalam proses pembelajaran di masa pandemi Covid-19, maupun strategi pengembangan madrasah swasta.

Kegiatan tour juga dilanjutkan dengan pembinaan calon pengantin pra nikah, yang melibatkan kurang lebih 30 pasang calon pengantin. Ada juga program Salon Haji Udin, yaitu, Sapa Calon Haji dan Umrah di Ujung Negeri dalam bentuk pembinaan manasik haji kepada calon jamaah haji yang akan berangkat tahun 2021, yang berjumlahb 50 orang.


Sementara dalam mewujudkan kebersamaan dalam beragama juga dilakukan jalan sehat kerukunan, yang melibatkan semua tokoh agama dan masyarakat Banda, yang disertai dengan pembersihan lingkungan kota Banda sebagai daerah destinasi wisata, yang diikuti dengan pembagian masker sebagai sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat untuk memutus mata rantai Covid-19.

Dihari terakhir tour tersebut, Rumatiga mengatakan, dilakukan bedah Madrasah yang berlangsung di Pulau Hatta, yang melibatkan unsur TNI dan Polri di Kecamatan Banda.

Tour itu ditutup dengan perayaan Maulid Nabi, yang melibatkan seluruh majelis taklim se-Kecamatan Banda.

Lawat tour, Rumatiga berharap, ASN semakin dekat dengan masyarakat yang ada di pesisir pulau yang kurang mendapat siraman rohani, sekaligus dituntut mengetahui situs-situs keagamaan yang tersebar di Pulau Banda, seperti, di Negeri Salamon dan Lontor.

Banda, lanjutnya, merupakan bagian cikal bakal dicetusnya persiapan kemerdekaan Indonesia, yang dilakukan oleh tokoh-tokoh kemerdekaan, seperti, bung Hatta dan Sultan Syahril.

Banda juga salah satu kecamatan yang rentang kendalinya cukup jauh dari Kota Kabupaten Malteng, Masohi, sehingga banyak ASN di kecamatan tersebut tidak bisa ikut berbagai kegiatan yang dilaksanakan Kemenag. (BKA-1)

Comment