by

TPP Lapas Tual Kembali Bersidang

beritakotaambon.com – Sejumlah pembahasan jadi agenda sidan Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual, Sabtu (4/9). Sidang tersebut dihadiri Ketua TPP selaku Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik, Hesta Van Harling, dan seluruh anggota TPP Lapas Tual.

Lewat rilisnya kepada media ini, Senin (6/9), dalam sidang tersebut, beberapa agenda yang dibicarakan. Yakni terkait pengusulan pemuka kebersihan, tamping kebersihan, dan Asimilasi luar Lapas.

“Kami menjaring Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang diusulkan untuk bekerja di luar tembok Lapas, seperti kebersihan lingkungan, terutama di bengkel tempat pencucian mobil sebagai Sarana Asimilasi dan Edukasi,” ungkap Hesta.

lanjut dia, ada sejumlah nama WBP yang diusulkan dan memenuhi syarat sesuai Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) RI Nomor 9 tahun 2019 tentang Perubahan atas Permenkumham RI Nomor 7 Tahun 2013, tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pemuka dan Tamping pada Lapas.

“Mereka yang mendapat Asimilasi bekerja di luar tembok Lapas dapat menggunakan kesempatan ini untuk bisa bersosialisasi. Guna persiapan mereka kembali terjun ke masyarakat dan keluarga,” terang dia.

Hasil Sidang TPP tersebut, kemudian disetujui oleh seluruh anggota TPP Lapas Tual dan kemudian akan diterbitkan Surat Keputusan bagi WBP.

Baca juga: Kemenkumham Maluku Gencar Berantas Narkoba

Sidang TPP juga digelar di Lapas Kelas III Namlea, Senin (6/9). Kurang lebih ada tujuh agenda pembahasan yang dibahas dalam Sidang TPP itu. Salah satunya terkait pemenuhan hak WBP serta penjatuhan hukuman disiplin (hukdis) bagi dua WBP yang telah terbukti melakukan pelanggaran.

Selain itu, pembahasan yang dilakukan meliputi pengangkatan pemuka dapur, penambahan satu orang tamping dapur, pembentukan regu cadangan WBP untuk dipekerjakan di dapur, tim bahan makanan, dan mekanisme pengawalan WBP yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Namlea.

“Dari hasil sidang, Alhamdulillah semuanya berjalan lancar tanpa ada kendala-kendala yang berarti serta telah disetujui oleh seluruh anggota TPP. Selanjutnya akan diserahkan kepada Kepala Lapas (Kalapas) untuk menjadi atensi,” terang Kasubsi Pembinaan, Hamzah, selaku Ketua TPP.

Sementara itu, Kalapas Namlea, Ilham menegaskan, hasil Sidang TPP yang dilakukan haruslah objektif dan tidak boleh ada tekanan ataupun intervensi dari pihak manapun. Bagi kedua WBP yang dijatuhi hukdis agar bertanggung jawab dengan apa yang dilakukan dan menjadi pelajaran, agar tidak lagi mengulangi apa yang dilakan.

Baca juga: Kanim Tual Resmi Terima Sertifikat Tanah dari Pemkot Tual

“Kami akan terus berupaya memberikan pemenuhan hak bagi WBP, namun ketika ada yang melakukan pelanggaran, akan kami tindak tegas. Tetap jalani dengan sepenuh hati karena jika berani berbuat, maka harus berani bertanggung jawab,” tutup Ilham. (UPE)

Comment