by

Tradisi “Sedekah Bumi” di Desa Waegeren

beritakotaambon.com – Tradisi “Sedekah Bumi” telah lama dikenal masyarakat Desa Waegeren, Kecamatan Lolong Guba, yang sebagian besar merupakan masyarakat keturunan Jawa.

Tradisi tersebut kembali digelar masyarakat Desa Waegeren, 22 Agustus 2021 lalu, dengan pembacaan doa bersama, sebagai bentuk rasa syukur terhadap kehidupan dan anugerah dari hasil bumi dan hasil usaha semua warga desa itu.

Kades Waegeren, Mohammad Ali Sugianto, mengatakan, pembacaan doa bersama atau biasa juga diistilahkan sebagai kegiatan keselamatan bersih desa dalam tradisi sedekah bumi, yakni, memohon keselamatan dan perlindungan, kedamaian, dan rizki yang berlimpah dalam menjalani kehidupan yang akan datang.

“Kegiatan Baca Doa bersama ini bertujuan untuk memohon keselamatan, perlindungan, pertolongan, petunjuk, dan Rizki yg berlimpah, kedamaian , kerukunan, ketentraman dalam menjani kehidupan yang akan datang,” kata Ali, kepada BeritaKota Ambon, Rabu (25/8).

Sebagai bentuk rasa syukur atas kekayaan yang diberikan, lanjutnya, saat pelaksanaan pembacaan doa tersebut masyarakat diwajibkan membawa hasil panen dan tumpeng. Itu simbol sedekah atas apa yang telah didapatkan.

“Jadi seluruh komponen masyarakat, khususnya Desa Waegeren, harus membawa hasil panean dan tumpeng untuk dijadikan sedekah. Ini merupakan simbol, bahwa kita diberikan rizki yang berlimpah untuk disedekahkan,” terangnya.

Baca juga: Tingkatkan Produktivitas Masyarakat Melalui Kebun Toga

Tradisi Sedekah Bumi tersebut, ungkap Ali, tumbuh subur dikalangan masyarakat Desa Waegeren, karena mereka mayoritas berasal dari Jawa dan menetap di Pulau Buru sejak 1980-an.

“Sebagai masyarakat Jawa, tradisi ini selalu digelar dan dijadikan sebagai kegiatan tahunan yang diadakan setiap tanggal 1 muharam dalam kalender Hijriyah,” pungkasnya.(MG-1)

Comment