by

Tunjangan Nonser Guru Dipertanyakan

Ambon, BKA- Sejumlah guru terus mempertanyakan tunjangan Non Sertifikasi (Nonser), yang sejak April 2020 lalu hingga kini belum diterima.

“Tidak tahu, anggaran Nonser ini dikemanakan. Satu bulan kan hanya Rp 250 ribu. Di tahun 2020 kemarin, baru dapat 3 bulan. Lalu dihentikan. Sementara yang sertifikasi dapat sampai selesai tahun 2020. Bahkan mereka sudah mau dapat tunjangan untuk 2021. Sedangkan kita yang nonser ini, tidak dapat sama skali. Tidak tahu kenapa,” ungkap salah satu guru yang tidak ingin namanya dikorankan, Senin (8/3).

Seharusnya, terang sumber, keterlambatan pencairan anggaran tersebut mesti disampaikan kepada para guru, agar tidak menimbulkan berbagai pertanyaan. Karena memang itu merupakan hak guru yang harus didapatkan.

“Kami mau tanya, apakah nonser ini sudah dihapus atau bagaimana? Itu yang harus dijelaskan kepada kami. Sebab di 2020, kita sudah dapat 3 bulan, jadi pasti yang pencairan bulan selanjutnya ada. Kenapa sampai sekarang tidak dicairkan. Kalau pun sudah dihapus, kami mau kejelasan. Kita ini sudah jalankan tugas, bahkan dalam situasi seperti sekarang ini pun kita tetap jalankan kewajiban. Jadi wajar saja, kalau kita terus pertanyakan hak kita,” tegasnya.

Dia menilai, pemerintah lebih memprioritaskan guru sertifikasi dibandingkan yang nonser. Padahal ungkapnya, guru nonser lebih berperan aktif, jika dibandingan dengan guru sertifikasi.

Untuk itu, dia sangat berharap ada kejelasan terkait tunjangan nonser tersebut. “Jangan pemerintah hanya perhatikan yang sertifikasi saja. Sementara kalau dibilang, beban kerja kami juga lebih dari yang sertifikasi. Kalau sertifikasi itu kan, tunjangan mereka 1 kali gaji pokok. Kalau nonser ini 1 bulan hanya Rp 250 ribu saja. Jadi diharapkan, suara kami ini bisa didengar oleh pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan (disdik) Kota Ambon,” harapnya.

Terpisah, Sekretaris Disdik Kota Ambon, Merry Mairuhu, ketika dikonfirmasi koran ini, mengaku, terkait tunjangan guru nonser, memang belum dibayar sejak bulan April 2020 lalu. Sebab sejak saat itu, tidak ada lagi anggaran dari pemerintah.

“Dari bulan Aprlil memang belum dibayar, karena anggaran tidak ada dari pemerintah untuk nonser. Nah, apakah tunjangan nonser ini masih ada atau tidak, saya juga tidak tahu secara pasti. Sebab anggarannya itu dari pusat, lewat Dana Alokasi Umum (DAU),” jelasnya.

Namun, katanya, pihaknya akan terus berupaya untuk mencarikan jalan keluar terkait persoalan tersebut. Karena itu berkaitan dengan hak guru yang harus diterima, sebab telah menjalankan tugas dan tanggungjawab secara baik.
Untuk itu, dia meminta para guru agar bersabar hingga mendapatkan jawaban pasti dari pemerintah pusat. “Karena kami sudah menyurati ke pemerintah pusat sejak bulan Nopember lalu, tapi belum ada hasil. Tapi nanti kita konfirmasi lagi ke bendahara keuangan dulu, apakah anggarannya sudah ada atau belum. Pokoknya, kita akan tetap upayakan soal itu, karena memang sudah menjadi hak mereka,” pungkas Mairuhu. (LAM)

Comment