by

Turunkan Pengangguran dan Kemiskinan Lewat Rumput Laut

beritakotaambon.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara (Malra) menyambut baik keputusan Pemerintah Pusat (Pempus), menjadikan wilayah kabupaten itu sebagai Kampung Rumput Laut atau Seaweed Estata.

Bupati Malra, M Thaher Hanubun, mengatakan, sesuai keputusan Pempus tersebut, maka akan dikembangnya industri rumput laut di kabupaten tersebut.

“Telah diputuskan oleh Pempus, bahwa daerah kita menjadi Seaweed Estate atau kampung rumput laut. Dimana untuk Indonesia, kita menjadi salah satu daerah dari dua daerah yang dipilih oleh Pempus. Ini kami sangat menyambut baik,” ungkap Hanubun, Senin (23/8).

Terang Hanubun, ketika keputusan Pempus itu dijalankan, maka banyak dampak positif yang akan dirasakan langsung oleh masyarakat maupun Pemkab Malra. Diantaranya, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), menurunnya angka kemiskinan dan menurunnya angka pengangguran.

Baca juga: Tanimbar Dijatahi 40 Unit Jaringan 4G

Bahkan Hanubun memperkirakan menaikan angka Perkapita Kabupaten Malra cukup signifikan. Pendapatan perkapita tahun 2020 sebesar Rp 26.832.000 diperkirakan naik menjadi Rp 29.161.000 pada 2022 mendatang. Tapi itu diperkiran lebih besar kalau kebijakan itu dilaksanakan pada 2022 menjadi Rp 33.198.000.

Terkait angka kemiskinan, Hanubun menguraikan, sesuai data BPS tahun 2020, angka kemiskinan sebesar 27.425 jiwa atau 22,57 persen. Jumlah itu diperkirakan turun menjadi 26.702 jiwa atau 21,87 persen pada 2022.

“Ketika pengembangan usaha rumput laut dilaksanakan pada tahun 2022 nantinya, maka akan mengurangi jumlah penduduk miskin sebanyak 24.188 jiwa atau pada tahun 2022 jumlah penduduk miskin di Malra hanya 2.514 jiwa atau 2,06 persen,” terang Thaher.

Dampak positif lainnya, yakni, menurunnya angka pengangguran. Sesuai data BPS tahun 2020, pengangguran di Malra 2.286 orang atau 4,95 persen. Diperkirakan turun menjadi 1.703 orang atau 3,67 persen.

“Jika kebijakan usaha rumput dilaksanakan tahun 2022, maka akan mengurangi angka pengangguran sebanyak 407 orang atau turun menjadi 1.296 orang atau 2,79 persen,” ungkapnya.

Baca juga:
Sinergi Pempus dan Malra Kembangkan Industri Rumput Laut

Lanjut Hanubun, potensi rumput laut di wilayah Kabupaten Malra yang tersebar di Pulau Kei Besar maupun Kei Kecil.

Untuk Pulau Kei Kecil total lahan potensial 7.773 hektar. Yang sudah dimanfaatkan 781,6 hektar, yang belum dimanfaatkan sebesar 6.991 hektar.

Sementara untuk Pulau Kei Besar, total lahan potensial 929 hektar. yang sudah dimanfaatkan 64,7 hektar dan belum dimanfaatkan seluas 864,3 hektar.(MG-3)

Comment