by

UKIM Berpatokan Pada Keputusan Kemendikbud Soal UKT

Ambon, BKA- Untuk proses pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada semester genap tahun akademik 2020/2021, Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) berpatokan pada surat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bulan Agustus tahun 2020 lalu.

Surat tersebut memberitahukan sekaligus mengingatkan kepada Perguruan Tinggi Negeri (PTN)/Perguruan Tinggi Swasta (PTS), terkait pembayaran selisih bantuan UKT/SPP bagi mahasiswa penerima bantuan UKT/SPP tahun akademik 2020/2021, untuk dapat mempertimbangkan kemampuan ekonomi mahasiswa, memperhatikan keramahan sosial, serta mempertimbangkan situasi pandemi yang sekarang terjadi.

Berdasarkan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Keuangan UKIM, S.J. Heanussa, mengatakan, untuk proses pembayaran UKT/SPP di UKIM, akan tetap berpatokan pada peraturan yang berlaku. Yakni, keputusan Kemendikbud itu hanya berlaku bagi penerima UKT atau penerima beasiswa lainnya. Tidak berlaku bagi semua mahasiswa.

“Untuk mahasiswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP), BIDIKMISI & UKT, hanya membayar selisih beban uang kuliah dari total biaya semester. Jadi tidak membayar normal dari jumlah beban uang kuliah semester. Kalau UKT itu kan, mahasiswa terima Rp 2.4 juta. Nah, ketika membayar SPP, jumlah pembayaran akan disesuaikan dengan beban SKS, jadi misalnya, uang SPP Rp 2, 7 juta,maka mahasiswa yang bersangkutan hanya bayar Rp 300 ribu ditambah bantuan UKT tersebut. Dan itu hanya berlaku bagi penerima beasiswa saja. Kalau yang tidak terima beasiswa, tetap bayar normal. Tidak ada potongan lagi,”tutur Heanussa, Senin, (18/1)

Memang sebagai kampus orang basudara, pihaknya juga merasa terpanggil membantu mahasiswa ditengah pandemi, namun tidak serta-merta memutuskan itu tanpa mempertimbangkan kebutuhan yang lain pada kampus tersebut. Menyebabkan, untuk semester genap ini, tidak ada pemotongan UKT bagi mahasiswa

“Waktu semester kemarin kan, kita sudah potong 50 persen, jadi mahasiswa hanya bayar SPP itu 50 persen saja. Itu sebenarnya untuk membantu mahasiswa ditengah pandemi. Namun itu tidak bisa kita lakukan terus menerus, karena pertimbangan kebutuhan operasional kampus. Jadi untuk semester ini, tidak ada potongan. Semua bayar normal, kecuali yang terima beasiswa. Kita berdoa, semoga pandemi cepat selesai, supaya aktivitas kampus kembali berjalan lancar” tutup Heanussa. (LAM)

Comment