by

Unidar Tetap Siap Akomodir Mahasiswa Nonaktif

Ambon, BKA- Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Darusalam (Unidar) Ambon, Kimin Kusmadi, mengatakan, pihaknya akan selalu siap mengakomodir mahasiswa Unidar yang sampai saat ini masih berstatus nonaktif.

Hal itu dia sampaikan karena mengingat pasca sengketa Yayasan Darusalam Maluku (YDM) pada 2015 lalu, pihak kampus telah melakukan pemberkasan ulang, dan menonaktifkan sejumlah mahasiswa yang tidak memiliki data diri secara lengkap.


“Tetap kita mengakomodir seluruh mahasiswa yang datang melaporkan diri untuk diaktifkan kembali. Karena kalau misalnya mereka hanya di luar sana dan menilai begini dan begitu, pasti sulit. Baiknya saudara-saudari kita yang sudah terlanjur disana maupun yang statusnya di nonaktifkan, datang kesini dengan membawa berkas yang ada. Nanti kita akan melihat seluruh perlengkapan dari berkas tadi, apakah sudah singkron dengan Forlap PDDikti atau tidak. Karena seluruh mekanisme akademik sekarang, wajib dilaporkan di Forlap. Baik perkulihannya, penawaran mata kulianya, serta hasil kuliah lain-lainnya, itu dilaporkan,” ujar Kusmadi, Selasa (26/1).

Dalam forlap, katanya, sudah ada seluruh data mahasiswa yang pernah mendaftar di Unidar Ambon. Namun tidak semua berstatus aktif, karena masih ada sebagian mahasiswa yang datanya tidak lengkap atau tidak sinkron, pada saat pihaknya melakukan sinkronisasi data-data mahasiswa.

“Karena tidak ada data, maka kita nonaktifkan. Bukan dikeluarin. Jadi sewaktu-waktu dapat diaktifkan. Sebab, data mereka yang selama ini diinput masih ada. Kan forlap itu hanya diberikan pada satu universitas yang bernaung pada satu yayasan, jadi yang terdaftar di luar itu, ya pasti tidak terinput pada forlap Unidar Ambon,” jelasnya.

Dia mengaku, masih banyak mahasiswa yang statusnya dinonaktifkan, akibat persoalan sengketa YDM. Untuk itu, dia menyarankan untuk segera melaporkan diri, agar diaktifkan kembali. Pasalnya, akan berdampak pada nomor ijazah yang dikeluarkan. Jika tidak terdafttar pada forlap PDDikti, maka dianggap tidak sah.

“Kasihan juga, tapi kita tidak bisa membantu. Karena peraturan sekarang berbeda dengan dulu. Harus mengikuti semua mekanisme yang sudah ditentukan. Tidak bisa datang, lalu kita kasih nilai atau kita keluarkan ijazahnya. Justru nanti kita yang disalahkan. Jadi pada prinsipnya, kita akomodir mereka yang datang untuk aktifkan statusnya, kemudian kita cek data-datanya. Kalau dia tedaftar pada semester 4, maka dia harus kulia lanjut semester 5. Jadi meskipun dia sudah wisudah disana, tapi sampai disini harus diseuaikan dengan data. Dan itu yang sudah kita lakukan bagi mereka yang sudah datang lapor. Sampai saat ini, sudah ada sekitar 1000-an mahasiswa yang sudah kita aktifkan kembali. Ditambah sekitar 300 mahasiswa yang sudah wisudah di Unidar Tulehu juga sudah datang dan proses kembali. Bahkan ada yang sudah wisudah pada periode Desember 2020 lalu. Kita berharap, yang lain juga bisa datang untuk kita aktifkan kembali,” pungkas Kusmadi. (LAM)

Comment