by

Uskup Mandagi Resmi Gereja St. Yosep

beritakotambon.com – Bupati Kepulauan Tanimbar (KKT), Petrus Fatlolon, mendampingi Uskup Diosis Amboina, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, melakukan pemberkatan dan pengresmian gedung Gereja Katolik Santo Yosep-Lamdesar Barat, Kecamatan Tanimbar Utara (Tanut), Paroki Santo Pius X Larat, pekan kemarin.

Pengresmian itu turut dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Sekretaris Daerah, Asisten dan pimpinan SKPD lingkup Pemkab Kepulauan Tanimbar, pimpinan umat beragama, pimpinan BUMD, Forkopimcam Tanut, para pastor, suster dan frater, Ketua Klasis GPM Tanut, Ketua Majelis Jemaat GPM Lamdesar Barat dan para kepala desa, tokoh adat dan masyarakat Desa Lamdesar Barat.

Bupati Fatlolon dalam sambutan menyampaikan selamat datang kepada Uskup Diosis Amboina, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, di bumi Duan Lolat, khususnya di Desa Lamdesar Barat.

Selain itu, dia juga menyampaikan terima kasih kepada pimpinan GPM yang turut berpartisipasi dalam persiapan dan pelaksanaan Pengresmian Gedung Gereja Katolik St. Yosep-Lamdesar Barat.

“Saya bangga dan salut atas kondisi kerukunan antar umat beragama yang ada di KKT, dimana unsur GPM turut ada dalam kepanitiaan pembangunan dan juga pengresmian gedung Gereja Katolik St. Yosep-Lamdesar Barat. Ini perlu diberi apresiasi kepada seluruh umat Katolik dan jemaat GPM Lamdesar Barat, yang memiliki kerja sama yang sangat luar biasa,” ujar Fatlolon.

Melihat kondisi kedekatan adat antara Desa Lamdesar Barat dengan Desa Lorulun, Desa Sifnana, dan desa lain yang turut hadir dalam peresmian tersebut, kata Fatlolon, menjadi suatu kebanggaan tersendiri. Karena hal itu merupakan bentuk dari solidaritas serta rasa kebersamaan sesama anak Duan Lolat.

Ditempat yang sama, Uskup Mandagi menyampaikan ucapan syukur atas 27 tahun mengabdi sebagai Uskup Diosis Amboina. Karena sebelum memegang secara penuh Keuskupan Agung Merauke, dia masih dapat memberkati beberapa gereja di KKT.

“Saya sangat berterimakasih kepada pemerintah daerah dan pemerintah desa yang telah berjuang bersama umat, untuk membangun gedung gereja yang luar biasa ini. Saya juga berterimakasih kepada kelompok Protestan, saya melihat begitu indahnya persaudaraan dari umat beragama antara Katolik dan Protestan,” ucap Uskup.

Untuk itu, dia menghimbau, jangan ada perpecahan ditengah masyarakat, walau berada di tengah-tengah perbedaan.

“Boleh berbeda, tapi jangan berkelahi, karena hal tersebut bertentangan dengan agama. Sangat disesalkan jika terjadi perpecahan antar orang Kristen. Umat saling mengasihi, menghormati dan mengampuni satu dengan lainnya. Gereja sebagai sarana untuk membangun persatuan dan persaudaraan,” pungkasnya. (BTA)

Comment