by

Usul Kerbau Moa MBD Masuk Ternak Nasional

Anggota Komisi IV DPR RI, Saadiah Uluputty meminta perhatian penuh dari Kementerian Pertanian terhadap pengembangan Kerbau Moa di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Maluku. Dimana Kerbau Moa dapat dijadikan hewan ternak endemik dan sebagai sumber plasma nuftah ternak nasional.

Penegasan ini disampaikan Saadiah, disampaikan kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan, dalam rapat Komisi IV DPR RI bersama pejabat eselon 1 Kementerian Pertanian, di ruang rapat Komisi IV Kompleks Senayan, Jakarta, Selasa (25/5).
“Kerbau moa merupakan salah satu rumpun kerbau lokal Indonesia yang mempunyai sebaran asli geografis di Kabupaten MBD, Provinsi Maluku. Bahkan secara khusus Menteri Pertanian telah mengeluarkan Keputusan Nomor 2911/Kpts/OT.140/6/2011 tanggal 17 Juni 2011, yang menetapkan secara spesifik rumpun kerbau Moa di MBD,” tandas Saadiah, lewat rilisnya yang diterima koran ini, Rabu (26/5).

Menurut dia, Kerbau Moa MBD memiliki ciri dan khas yang tidak dimiliki wilayah lain di Indonesia. Sehingga pemerintah lewat Dirjen Peternakan, harusnya memberi perhatian serius, dengan mencanangkan program pengembangan peternakan Kerbau Moa MBD.

“Potensi plasma nuftah ternak di Maluku terdapat di Kabupaten MBD. Spesifikasi spesies kerbau Moa secara khusus berada di Pulau Moa. Konservasi plasma nuftah perlu dilakukan, agar populasi kerbau Moa terhindar dari kepunahan dan terpelihara kelestariannya,” paparnya.

Anggota Fraksi PKS Dapil Maluku ini menilai, ternak lokal seperti Kerbau Moa, merupakan sumber genetik unik yang seharusnya dapat dimanfaatkan pengembangannya dan dijadikan sebagai sumber ketahanan pangan nasional.
“Ternak mempunyai kontribusi menjadi sumber ketahanan pangan nasional. Maka seharusnya, negara segera menerapkan langkah-langkah konservasi karena banyak ternak lokal yang telah punah. Jangan sampai nasib yang sama terjadi pada populasi kerbau moa MBD,” sebut dia.

Mantan anggota DPRD Maluku ini mengaku, belum ada formula pengembangan ternak kerbau Moa yang terukur. Padahal, masyarakat Pulau Moa MBD pada skala rumah tangga, menjadikan kerbau Moa sebagai salah satu mata rantai kebergantungan ekonomi.
“Masyarakat peternak di pulau Moa, menjadikan kerbau sebagai salah satu sumber pendapatan untuk pemenuhan kebutuhan hidup. Pertimbangan ini merupakan pertimbangan praktis. Maka preservasi terhadap rumpun kerbau Moa akan memberikan kontribusi pada kwantitas dan kualitas produksi Kerbau Moa di masa yang akan datang,” tandasnya.
Ia juga menambahkan, meningkatkan dan melestarikan populasi kerbau Moa MBD sebagai plasma nuftah, akan menjadi sumbangan berharga bagi masyarakat MBD. “Dirjen peternakan dapat memulai pelestarian ternak Kerbau Moa sebagai plasma nutfah, melalui pengembangan model pembibitan sederhana untuk mempertahankan dan meningkatkan potensi genetik ternak,” pungkasnya. (UPE)

Comment