by

Usulan Perbaikan 13 Rumah Belum Ditanggapi

Ambon, BKA- Usulan perbaikan 13 rumah rusak akibat bencana angin kencang oleh Pemerintah Kabupaten Buru Selatan (Bursel), belum juga direspon Pemerintah Provinsi Maluku. Belasan rumah yang rusak ini, akibat dihantam angin kencang tahun 2020 lalu.

“Kita sudah surati pak gubernur sejak tahun kemarin, tapi sampai hari ini belum ada tanggapan,” ungkap Plt Kadis Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Buru Selatan, Dominggus Lesnussa, kepada wartawan di sela-sela kegiatan, yang berlangsung di Swiss Bellhotel, Ambon, Senin (8/3).

Diakuinya, masyarakat di Desa Waeamo, sangat membutuhkan uluran tangan Pemerintah Provinsi Maluku, karena kerusakan pada rumah mereka cukup parah. ”Jadi mereka nanti mau bantu kita dengan anggaran apa atau program apa, silakan. Asalkan dibantu,” harap pinta Dominggus.

Dituturkan, jumlah kerusakan akibat bencana tersebut membuat belasan rumah warga rusak sedang hingga rusak berat. Bahkan sebagian warganya tidak bisa tinggal lagi di rumah mereka dan menumpang di keluarga lain. ”Kekurangan anggaran daerah membuat kita tidak bisa menyelesaikan sendiri, olehnya kita minta bantuan ke provinsi,” tandasnya.

Dominggu menilai, lokasi bencana yang menimpa waga Desa Waeamo, sudah tidak layak untuk ditinggali, sehingga harus direlokasi. ”Tidak bisa diperbaiki lagi musti relokasi, karena abrasi air laut membuat pengikisan dan kerusakan setiap waktu semakin parah,” bebernya.

Sementara itu, Kepala PRKP Provinsi Maluku, Denny Lilipory mengaku, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan disposisi dari pimpinan soal itu.”Sampai sekarang kita belum terima disposisi pimpinan. Kalau sudah kita akan kirim tim kesana untuk melakukan kajian, kemudian kita intervensi dengan program,” sebut dia.

Dikatakan, jika memang harus direlokasi para warga yang ada, maka Pemerintah Kabupaten Bursel harus menyiapkan anggaran untuk menyediakan lahan.
“Saya kira tanah di kabupaten kota tidak terlalu bermasalah, tinggal disiapkan nanti kita bantu intervensi program dan anggaran, agar bisa segera di bangun. Baik nanti lewat APBN atau APBD, nanti kita lihat,” kuncinya. (BTA)

Comment